Breaking News

Meski Banjir, Sekolah di Teluk Rumbia Tetap Dilaksanakan

Meski Banjir, Sekolah di Teluk Rumbia Tetap Dilaksanakan(Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Siswa SD Negeri Teluk Rumbia saat hendak menuju ke kelasnya melintasi genangan air, Selasa (9/11/2021).

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Beberapa hari ini Aceh Singkil diguyur hujan, sehingga mengakibatkan sebagian wilayah di daerah setempat dilanda banjir.

Meski demikian, proses belajar mengajar tatap muka di SD Negeri Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil tetap berjalan sebagaimana biasanya.

Pantauan ACEHPORTAL.com, akibat banjir ini sebagian guru terpaksa menggunakan jasa transportasi robin (perahu bermesin) untuk menuju ke sekolah tempat mereka mengajar, sehingga harus mengeluarkan biaya jasa untuk pulang pergi sebesar Rp 20 ribu.

Para guru menggunakan jasa transportasi robin ini mengingat akses jalan darat yang selama ini mereka lewati untuk menuju sekolah yang ada di dua desa yaitu Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang tak bisa dilewati karena tergenang banjir.

Dikonfirmasi, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teluk Rumbia, Jakparuddin mengatakan, meski dalam keadaan banjir pihak sekolah tetap melaksanakan belajar sebagaimana biasa.

"Kami sebagai guru tentunya selalu mengusahakan supaya bisa belajar sebaik-baiknya," kata Jakpar, Selasa (9/11/2021).

"Kalau nanti banjir ini semakin tinggi, sehingga membuat lokal di kelas tergenang barulah kami liburkan dan kalau kelas ini masih belum tergenang tetap kami laksanakan belajar sebagaimana mestinya," katanya lagi.

Disinggung adanya guru yang menggunakan transportasi robin untuk menuju sekolah, Jakpar menyampaikan bahwa kendalanya adalah akses darat menuju sekolah itu sulit dilewati roda dua karena genangan banjir.

"Karena ibu-ibu ini takut jatuh ketika saat melewati jalan yang selama ini kita lewati sebab sudah digenangi banjir, sehingga sebagian guru kita menggunakan jasa transportasi robin dengan ongkos PP (pulang pergi) sebesar dua puluh ribu rupiah," ucapnya.

Ketika dimintai harapannya, Jakpar menyampaikan bahwa harapan mereka sebagai guru dan masyarakat mungkin ada bantuan transpotasi robin.

"Kiranya dapat dianggarkan kepada kami guru-guru yang ada di daerah aliran sungai seperti di Teluk Rumbia dan Rantau Gedang untuk SD dan SMP," pungkasnya.

Untuk diketahui, Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang tinggal di daerah aliran sungai tepatnya di aliran Sungai Lae Soraya dan Cinendang.

Sementara, akses satu-satunya digunakan masyarakat dua desa tersebut menuju ibukota Aceh Singkil yang kerap disebut jalan Singkil-Teluk Rumbia, akibat hujan beberapa hari ini sulit untuk dilewati para pengguna roda dua karena sudah digenangi banjir.

Sehingga, masyarakat dua desa tersebut sebagian memilih untuk menggunakan transportasi robin untuk menuju ibukota yang selama ini dilewati melalui darat berjarak enam kilometer.