Menikmati Pesona Alam Semesta dari Puncak Burni Telong

Menikmati Pesona Alam Semesta dari Puncak Burni TelongIG/burnitelong2624mdpl
Keindahan puncak Gunung Burni Telong

BENER MERIAH, ACEHPORTAL.COM – Gunung Burni Telong merupakan destinasi favorit bagi para pecinta alam serta wisatawan yang hobi mendaki gunung. Objek wisata ini memiliki keindahan alam yang menawan berupa hamparan perkebunan, hutan belantara di atas ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jika anda memiliki jiwa petualang di alam bebas, Burni Telong yang terletak di Kabupaten Bener Meriah bisa menjadi referensi untuk menghilangkan penat di perkotaan.

Ketinggiannya bisa dikatakan cukup sedang untuk melakukan kegiatan pendakian. Untuk bisa sampai ke lokasi membutuhkan perjuangan yang cukup lumayan melelahkan.

Keindahan puncak Gunung Burni Telong/IG.burnitelong2624mdpl

Untuk menuju puncak Burni Telong, dari titik awal pendakian hingga ke shelter empat butuh waktu sekitar empat jam. Shelter empat adalah tempat para pendaki menggelar tenda untuk beristirahat.

Burni Telong bisa dicapai melalui rute Jalan Medan-Banda Aceh. Setibanya di pertigaan PT Pabrik Kertas Kraf Aceh (KKA), ikuti jalan beraspal lurus menuju arah Gunung Salak. 

Selanjutnya, berhenti di Perempatan Simpang Pondok, Kabupaten Bener Meriah. Di lokasi tersebut terdapat pos ranger, sekaligus tempat pemandu swasta menunggu pendaki ke gunung berketinggian 2.600 mdpl itu.

Selanjutnya, dari shelter tiga menuju puncak butuh waktu sekitar tiga jam lagi. Selain itu terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh pendaki, yang pertama yaitu rute melalui Bandar Lampahan dan rute Pante Raya. 

Namun para pendaki sebagian lebih suka menggunakan rute Bandar Lampahan karena jarak tempuhnya yang jauh lebih dekat dari pada rute Pante Raya.

Burni Telong bukan lagi sebatas untuk para pencinta alam. Masyarakat yang hobi mendaki juga kerap mengunjungi gunung itu. Pendaki harus menyesuaikan waktu agar dapat tiba tepat saat matahari terbit di puncak gunung.  

Tempat tersebut merupakan tempat bagi bunga Edelweis untuk tumbuh. Pendaki yang beruntung dapat melihat bunga abadi tersebut bermekaran. 


Bunga Edelweis atau bernama latin Anaphalis javanica atau bunga abadi yang berada di puncak Gunung Burni Telong/burnitelong2624mdpl

Tak hanya para pendaki lokal, Gunung Burni Telong juga menjadi incaran bagi pendaki dari luar kota seperti Takengon, Lhokseumawe, Bireuen, Medan dan juga Banda Aceh. 

Para traveller juga harus berhati-hati ketika dalam pendakian Gunung Burni Telong, karena terdapat jalur-jalur dengan medan yang cukup ekstrim dan menantang. Tak jarang, para pendaki akan menjumpai medan menanjak yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta stamina mumpuni.

Diawal pendakian, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan berupa perkebunan kopi, serta perkebunan sayur milik warga. Petualangan pun dimulai ketika wisatawan harus melalui jalan terjal dengan melewati daerah perkebunan. 

Setelah itu, pendakian dilanjutkan dengan hutan belantara yang dipenuhi dengan pohon pinus. Ketika tiba di puncak Gunung Burni Telong, akan terpampang sebuah mahakarya berupa samudera awan yang sungguh mempesona. 

Pemandangan dari puncak gunung, begitu indah mulai dari perbukitan hijau hingga pegunungan yang nampak berjejer. Di puncak, wisatawan akan menemukan bendera merah putih yang merupakan jejak para pendaki terdahulu.

Di puncak Gunung Burni Telong, pendaki bisa melakukan beragam aktivitas, misalnya menikmati keindahan alam, hunting foto dan menikmati sunrise.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin mengajak seluruh pelaku dan pengelola wisata disiplin sertifikat cleanliness, health, safety, environmental sustainability (CHSE) di tengah pandemi COVID-19.

“Penerapan CHSE secara displin akan menekan penyebaran Covid-19 dan mengembalikan kembali geliat sektor wisata,” kata Jamaluddin.

Untuk menjaga agar sektor pariwisata tetap eksis adalah dengan disiplin menerapkan CHSE yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. [advetorial]

Rubrik:Pariwisata