Breaking News

Maraknya Pengeboman Ikan Pangkalan TNI AL Simeulue Siap Amankan Perairan Barat Aceh

Maraknya Pengeboman Ikan Pangkalan TNI AL Simeulue Siap Amankan Perairan Barat Aceh
Dokumentasi Posal Singkil

SINGKIL ACEHPORTAL.com - Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI-AL) Seumelue siap amankan perairan, membantu upaya Pemerintah untuk mendengungkan Gerakan Indonesia Bangkit dari dampak pandemi Covid-19 yang semakin menggema ke seluruh penjuru tanah air. Bertujuan untuk bangkitkan ekonomi masyarakat dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia.

Provinsi Aceh yang memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Sumatera itu, jelas sebagian masyarakat menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Agar semua masyarakat merasa aman dan Sumber Daya Alam (SDA) di laut dapat dijaga kelestariannya tentunya dari itu perlu pengawasan dan pengamanan aparat penegak hukum di laut.

Pangkalan TNI Angkatan Laut Simeulue (Lanal Simeulue) sebagai Komando kewilayahan yang memiliki wilayah kerja empat Kabupaten yaitu Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya itu tentunya memiliki tantangan tersendiri dalam mengamankan wilayah kerjanya yang berada di pantai Barat Aceh yang dipisahkan oleh Samudera Hindia.

Untuk mengantisipasi kegiatan illegal di wilayah perairan pantai Barat Aceh tentunya perlu pembinaan terhadap masyarakat pesisir dan dukungan sarana patroli yang memadai untuk bisa menjamin keamanan dan kelestarian alam serta biota laut di dalamnya.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Simeulue Letkol Laut (P) Ahmad Fahribi, S.E., M.M., M.Tr. Opsla sebelumnya menegaskan komitmennya untuk memastikan terwujudnya stabilitas keamanan dan kelestarian alam di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Begitu marahnya Danlanal saat mendengar adanya aksi pengeboman ikan di perairan Barat Aceh beberapa waktu lalu, dan komandan itu langsung perintahkan seluruh unsur dan jajarannya untuk turun menindak tegas para pelaku yang telah merusak secara brutal biota laut tepatnya di Singkil.

Senada dengan aksi Danlanal, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid juga merespon dengan dibentuknya Tim Khusus untuk melaksanakan pengawasan dan keamanan di laut Aceh Singkil.

Untuk menindak lanjut respon Bupati Aceh Singkil, Komandan Lanal Simeulue yang diwakili Palaksa Lanal Simeulue Mayor Laut (P) Martensyah didampingi Komandan Posal Singkil, Lettu Laut (T) Nur Cholis dan Komandan Posal P. Banyak Letda Laut (P) Arifin melaksanakan koordinasi dengan Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Sazali, S.Sos yang didampingi Sekretaris Daerah Sekda Aceh Singkil, Drs. Azmi, untuk membahas rencana kegiatan penindakan terkait keamanan di laut supaya bisa membantu menjamin rasa aman bagi masyarakat serta melindungi kelestarian alam di laut Aceh Singkil, Jum'at (9/4/2021).

Hal itu disampaikan Komandan Lanal Simeulue melalui Palaksa Lanal Simeulue Mayor Laut (P) Martensyah saat dikonfirmasi ACEHPORTAL.com, juga menyampaikan bahwa Aksi pengeboman ikan di laut jelas merusak dan melanggar undang-undang, kalau hal tersebut dibiarkan tentunya akan berdampak luas terhadap ekonomi masyarakat Aceh Singkil ke depan yang mengandalkan hidupnya dari hasil laut.

"Selain itu juga akan mengancam sektor Pariwisata Aceh Singkil, karena wisatawan masuk ke Aceh Singkil ingin melihat keindahan laut Aceh singkil, kalau laut kita rusak mana mungkin wisatawan akan datang ke Aceh Singkil," ujar Martensyah

Lanjut, Mayor Laut (P) Martensyah, ini harus segera diatasi, terkait hal tersebut Wakil Bupati Aceh Singkil, juga menyampaikan akan mendukung.

"Yaitu sarana patroli sea raider untuk Pos TNI AL Singkil, agar bisa menindak para pelaku tindak pidana di laut Singkil, selain itu juga nantinya bisa digunakan untuk kegiatan SAR di laut," tandas Martensyah.

Editor:
Rubrik:Daerah, News
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues