Kronologis Penembakan TNI di Pidie serta Penangkapan Para Pelaku

Kronologis Penembakan TNI di Pidie serta Penangkapan Para Pelaku(Dok. Polres Pidie)
Konferensi pers di Mapolres Pidie terkait pengungkapan kasus perampokan dan penembakan anggota TNI.

SIGLI, ACEHPORTAL.com - Tim gabungan TNI-Polri akhirnya menangkap tiga pelaku perampokan disertai penembakan anggota TNI yakni Kapten Abdul Majid yang terjadi di Kecamatan Sakti, Pidie, Kamis (28/10/2021) kemarin.

Pelaku yang ditangkap yakni M (41), warga Pidie Jaya selaku orang yang merencanakan perampokan dan penembakan, tersangka D (46), warga Pidie selaku pengatur strategi dan pemilik senjata api serta tersangka F (41), warga Pidie Jaya selaku eksekutor atau pelaku penembakan.

"Mereka ditangkap terpisah di wilayah Pidie dan Pidie Jaya setelah tim melakukan penyelidikan," ujar Kapolres Pidie, AKBP Padli didampingi Dandim 0102/Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonata dan Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal saat konferensi pers di Mapolres Pidie, Senin (1/11/2021).

Dalam kasus ini, petugas mengamankan barang bukti uang tunai milik korban yang sempat diambil senilai Rp 27 juta (dari total Rp 35 juta), sepucuk senjata api laras panjang jenis SB1-V2 beserta magazen dan sebelas butir amunisi serta satu unit motor Beat bernopol BK 4053 ACK.

Selain itu, juga diamankan barang bukti lain yang berkaitan berupa mobil Fortuner warna putih dengan nopol BL 1598 NH serta sebutir proyektil peluru. Para pelaku telah merencanakan aksi perampokan dan penembakan ini.

*Kronologis Kejadian Perampokan dan Penembakan

Kapolres menjelaskan, pelaku M merupakan orang yang mengenal korban dan mengetahui jika korban memiliki uang bernilai puluhan juta yang sering dibawa di dalam tas milik korban.

Pada Rabu 27 Oktober 2021, pelaku M dan D bertemu untuk merencanakan aksinya. Mereka lalu menentukan lokasi untuk melakukan perampokan dan penembakan tersebut.

Kamis 28 Oktober 2021 sekira pukul 08.00 WIB, pelaku M dan D melakukan survei ke lokasi yang telah ditentukan. Sekira pukul 10.00 WIB, pelaku M menghubungi korban dan mengajak bertemu.

"Sekira pukul 15.00 WIB pelaku D bertemu dengan pelaku F untuk memberitahukan rencana perampokan dan penembakan terhadap korban, pelaku F ditunjuk sebagai eksekutor dengan senjata api yang sudah disiapkan pelaku D," ungkapnya.

Pukul 15.20 WIB, pelaku F mengantar pelaku M ke Simpang Lamlo di Desa Yaman Barat, Kecamatan Mutiara, Pidie dan kembali ke lokasi perampokan dan penembakan. Sekira pukul 15.30 WIB, pelaku M menghubungi korban untuk bertemu di Simpang Lamlo.

Sekira pukul 16.00 WIB, korban yang saat itu bersama seorang temannya (saksi) bertemu dengan pelaku M di Simpang Lamlo. Pelaku M meminta diantar ke tempat temannya di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie.

"Tiba di lokasi sekira pukul 17.00 WIB pelaku M meminta korban memberhentikan mobilnya dan menyuruh korban menurunkan kaca mobil, sehingga pelaku F selaku eksekutor dengan mudah melihat posisi korban dan langsung menembak ke arah pintu samping depan sebelah kanan hingga peluru menembus pintu mobil dan mengenai korban di bagian perut," jelas Kapolres.

Di saat bersamaan, lanjut Kapolres, pelaku M mengambil tas milik korban diantara kursi depan yang kemudian langsung melarikan diri.

Sedangkan korban bersama seorang rekannya yang duduk di kursi depan samping kiri tak berani keluar. Kondisi korban saat itu dalam keadaan kritis sampai korban ditemukan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

*Kronologis Penangkapan Para Pelaku

Sementara itu, usai melakukan penyelidikan tim gabungan yang mendapatkan petunjuk langsung menangkap para pelaku. Mereka ditangkap terpisah di wilayah Pidie dan Pidie Jaya.

AKBP Padli menerangkan, petugas menangkap pelaku D secara paksa di Desa Mali Guyui, Kecamatan Sakti, Pidie, Minggu (31/10/2021) dinihari sekitar pukul 00.20 WIB. Dalam penangkapan itu, diamankan sepucuk senjata api jenis SB1-V2 beserta magazen dan sebelas butir amunisi.

Tim melakukan pengembangan lanjut hingga menangkap pelaku M secara paksa di kawasan Desa Sagoe Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie pada hari yang sama sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Saat itu, petugas mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 27 juta yang merupakan sisa dari hasil rampokan dengan jumlah Rp 35 juta.

"Selang beberapa jam sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku F selaku eksekutor juga ditangkap di depan pantai wisata Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Pidie. Ketiganya diamankan ke Mapolres Pidie untuk diproses hukum," ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal saat ditanya mengenai asal senjata api tersebut mengatakan, diduga kuat senjata api yang digunakan untuk merampok dan menembak korban merupakan peninggalan sisa konflik dulu.

"Sisa konflik dulu bang, kasus ini masih terus didalami hingga sekarang," kata mantan Kasat Reskrim Polres Simeulue dan Kapolsek Seruway ini.

Rubrik:Peristiwa