Breaking News

Kronologi Penyelundupan Sabu Lima Kilogram di Aceh

Kronologi Penyelundupan Sabu Lima Kilogram di Aceh
Barang bukti lima kilogram sabu yang diamankan tim gabungan Bea Cukai dan Polri. (Ist)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Tim gabungan Bea Cukai dan Polri kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu di wilayah Aceh, Minggu (30/5/2021) kemarin.

Tim yang terdiri dari Bea Cukai Pusat, Bareskrim Polri, Kanwil Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Lhokseumawe melakukan penyelidikan hingga mengamankan pelaku beserta barang bukti penyelundupan.

Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi yang diperoleh Rabu (26/5/2021) lalu tentang adanya penyelundupan narkoba yang dilakukan jaringan narkoba di daerah Aceh.

Kemudian, Tim Subdit Narkotika Bea Cukai Pusat dan Tim NIC Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri pun berangkat dari Medan ke Aceh melalui jalur darat.

"Keesokan harinya, tim gabungan tiba di Lhoksukon, Aceh Utara dan segera melakukan mapping dan surveillance bersama dengan tim Kanwil Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Lhokseumawe," ujar Isnu Selasa (1/6/2021).

Pada Jumat (28/5/2021) dengan informasi bahwa di Lhokseumawe juga akan dijadikan transit pengiriman barang, tim juga segera melakukan surveillance dan mapping di sekitar Lhokseumawe.

Kegiatan surveillance tim gabungan dilanjutkan selama dua hari kedepan hingga akhirnya menangkap tiga tersangka di Jalan Medan-Banda Aceh Kilometer 355 tepatnya di kawasan Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. 

"Berdasarkan informasi dari tiga tersangka yakni E, AI dan AN, diketahui barang dikirim dari tersangka M yang saat itu sedang berada di rumahnya di Lhokseumawe, tim lalu mengamankan M beserta beberapa barang bukti," katanya.

Dalam penangkapan itu, lanjutnya, petugas mengamankan lima bungkus sabu seberat 5000 gram (5 kilogram), empat unit handphone, empat unit mobil dan dua unit motor.

Hasil penindakan tersebut diserahkan ke Tim I NIC Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri guna mengungkap jaringan selanjutnya serta pengembangan lebih lanjut.

"Dimana terindikasi kuat merupakan warga binaan di Lapas Medan, Sumatera Utara, pelaku dikenakan Pasal 111 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," jelasnya.