Kondisi Husnul Qatimah Memperihatinkan, Butuh Uluran Tangan Semua Pihak

Kondisi Husnul Qatimah Memperihatinkan, Butuh Uluran Tangan Semua Pihak(Salman/ACEHPORTAL.com)
Komunitas SEMAT saat membesuk Husnul Qatimah, bocah yang mengalami cacat mata dan kelumpuhan di rumahnya di Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Rabu (20/10/2021).

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Komunitas ibu-ibu yang tergabung dalam Sedekah Makanan Jumat (SEMAT) Aceh Barat Daya (Abdya) berharap semua pihak yang memiliki kelapangan rezeki membantu ananda Husnul Qatimah (9), anak keluarga miskin yang mengalami cacat organ tubuh, kebutaan dan lumpuh.

Harapan itu disampaikan Koordinator SEMAT, Ria Primania saat membesuk Husnul Qatimah di rumahnya di Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Rabu (20/10/2021).

"Kami sangat prihatin melihat kondisi ananda Husnul, melihat keterbatasannya dan ketabahan serta ketegaran ibunya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami, banyak berucap syukur atas apa yang kita miliki saat ini," ungkap Ria.

Pihaknya berharap kepada banyak pihak yang memiliki kelapangan rezeki agar sudikiranya mau berbagi dengan ananda Husnul Qatimah.

"Ananda Husnul sangat membutuhkan uluran tangan kita semua. Mungkin, sedikit bagi kita tapi sangat berharga bagi mereka," tutur Ria.

Kedatangan komunitas SEMAT tersebut didampingi oleh langsung Pj Kades (Keuchik) Desa Alue Rambot, Syawal. Disamping membesuk Husnul, komunitas SEMAT juga menyedekahkan bantuan berupa paket susu serta uang tunai hasil donasi para ibu-ibu.

Husnul Qatimah, anak ketiga dari pasangan keluarga miskin yakni Halimatun Nur Suria dan Sukardy semestinya tumbuh normal seperti anak perempuan seusianya yang lain.

Nanun, kini kondisinya sangat memprihatikan. Tubuhnya semakin kurus kerontang lantaran tidak bisa makan akibat mengalami kebocoran pada langit-langit mulutnya.

Selain itu, ia juga tidak bisa berbicara. Sehari-hari ibunya hanya memberi susu sebagai asupan makanannya.

"Sejak lahir memang tidak normal seperti bayi lainnya, anak saya mengalami kebutaan dan lumpuh," ungkap Halimah panggilan akrab Halimatun Nur Suria.

Halimah mengatakan, dokter mendiagnosa anaknya menderita komplikasi pada hampir seluruh organ tubuh. Sehingga, ia hanya dapat menelan susu sebagai asupan tubuhnya sehari-hari.

"Kalau tidak ada uang terkadang anak saya hanya saya berikan susu kotak yang dijual di kios seharga tiga ribuan. Bahkan, tak jarang saya berikan tepung beras yang dicampur air sebagai pengganti susu," ujar sosok perempuan tegar yang selalu tabah merawat Husnul asal Kalimantan tersebut.

Ia dan suaminya Sukardy (38) bertemu di Malaysia saat keduanya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Saat melahirkan anak pertama tahun 2007, Sukardy mengajak Halimah pulang ke Aceh. 

Kemudian, setelah anak ketiganya itu lahir sekitar tahun 2012 lalu, sang suami berpamitan mencari pekerjaan ke Banda Aceh. Setelah itu hingga sekarang suami tak kunjung kembali. 

Ketika suaminya pergi, anak ketiga Husnul Qatimah masih berusia tiga bulan. Kini sang anak sudah berusia sembilan tahun.

Selama ini, ujar Halimah, untuk bertahan hidup dan menafkahi anak-anaknya, ia bekerja seorang diri sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga sekitar.

Selain Husnul, Halimah tinggal bersama kedua anak laki-lakinya, Irfan Gunawan (15) dan Rahmat Danil (13). Keduanya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Editor:
Rubrik:Umum