Breaking News

Komplotan Pembobol Toko Ponsel di Simeulue Ditangkap

Komplotan Pembobol Toko Ponsel di Simeulue Ditangkap

Simeulue, Acehportal.com - Tim gabungan Sat Reskrim Polres Simeulue bersama Dit Reskrimum Polda Aceh dan Polres Nagan Raya menangkap komplotan pembobol salah satu toko ponsel yang berada di Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue.

Pembobolan toko ponsel milik korban bernama Ristanto tersebut terjadi pada Agustus lalu dan baru dapat terungkap saat ini. Tiga orang pelaku ditangkap petugas tanpa perlawanan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal menjelaskan, pengungkapan kasus pembobolan toko ponsel tersebut dilakukan di Nagan Raya.

Dimana, awalnya tim gabungan menangkap seorang tersangka utama yang kemudian disusul dengan penangkapan tersangka lain setelah dilakukan pengembangan kasus.

"Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan yang dibuat korban ke Polres Simeulue Agustus lalu, dimana pihak korban saat itu membuka tokonya dan sebanyak 41 unit handphone berbagai jenis digondol pelaku yang merusak pintu toko bagian belakang," ujarnya Jumat (11/12/2020).

Pasca kejadian tersebut, polisi pun langsung memeriksa sejumlah saksi hingga akhirnya diketahui bahwa ada orang yang menjual handphone yang diduga dari hasil curian di kawasan Nagan Raya.

Setelah diselidiki, tersangka utama pun ditangkap yakni SL (36), warga Nagan Raya yang merupakan pecatan tentara. Tersangka SL diketahui kerap melakukan sejumlah aksi kriminal lain, termasuk perampokan di Nagan Raya.

"Yang bersangkutan masih ditahan di Nagan Raya karena kasus perampokan dan nanti diproses ke Simeulue, komplotan ini memang diketahui spesialis pembobolan, perampokan, pencurian sarang walet dan lainnya," ungkap Kasat.

Dari keterangan tersangka SL, polisi pun akhirnya menangkap dua tersangka lain yang terlibat yakni HR (35) serta SM (35) yang merupakan warga Simeulue dan Nagan Raya. Keduanya ditangkap terpisah setelah dilakukan pengembangan kasus.

"Dalam kasus ini diamankan sembilan barang bukti handphone curian, sementara puluhan lainnya diakui telah dijual ke sejumlah daerah termasuk ke wilayah Sumatera Utara, kasus ini masih diproses lanjut," tambah Ipda Muhammad Rizal.

Rubrik:Daerah, Hukum