Komisi IV DPRA Kunjungan Kerja ke Aceh Singkil Pantau Peningkatan Jalan Batas Aceh Selatan-Kuala Baru Aceh Singkil

Komisi IV DPRA Kunjungan Kerja ke Aceh Singkil Pantau Peningkatan Jalan Batas Aceh Selatan-Kuala Baru Aceh Singkil
Anggota DPRA, Abdurrahman Ahmad (tengah) bersama Camat Kuala Baru, Juardin (kiri) dan Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni (kanan). (ACEHPORTAL.com/Zulkarnain)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Enam orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja pada pekerjaan peningkatan jalan batas Aceh Selatan dengan Kuala Baru Singkil Telaga Bakti, Aceh Singkil yang berlangsung di Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Kamis (3/6/2021) kemarin.

Pantauan ACEHPORTAL.com, kunjungan kerja itu dihadiri langsung Ketua Komisi IV DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Syaifuddin Yahya, Sekretaris Komisi IV dari Fraksi Partai Aceh, Zulfadli, Anggota DPRA dari Fraksi Gerindra, Abdurrahman Ahmad, Anggota DPRA dari Fraksi PNA, Samsul Bahri alias Tiyong, Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Irvansyah serta dari Fraksi Demokrat, Herman.

Dalam kunjungan itu juga hadir pihak rekanan yaitu PT Pirimbilo Permai serta konsuntan pengawas yaitu PT Tacita Prima Utama dan PPTK.

Kunjungan tersebut disambut oleh Pemkab Aceh Singkil yang diwakili Asisten II, Muzni didampingi Camat Kuala Baru, Juardin, Kapolsek Kuala Baru, Erianto Tanjung bersama personel, para Kepala Desa se Kecamatan Kuala Baru bersama perangkat, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020 - 2021 senilai Rp 68,9 miliar terancam tidak selesai dikerjakan mengingat tanggal dimulainya pekerjaan itu pada 29 Desember 2020 lalu dan berakhir pada 15 Desember 2021 mendatang. 

Saat dikonfirmasi, Anggota DPR Aceh Fraksi Gerindra, Abdurrahman Ahmad mengungkapkan, pihaknya meninjau proyek peningkatan jalan tersebut untuk melihat secara langsung sejauh mana sudah dikerjakan oleh rekanan.

"Proyek ini telah dikontrak multiyears untuk dua tahun, sekarang kita mau lihat, mau cek, sudah sampai kemana pekerjaannya, pada hari ini kita sudah lihat langsung bahwa ini sedang dikerjakan, memang ada hal keterlambatan mobilisasi material karena ini agak tidak bisa dibawa melalui darat, artinya para rekanan harus mencari untuk bawa materialnya dengan jalan laut," ujar Abdurrahman.

"Dan ini menurut kajian kita juga tidak menyakini dengan kondisi jalan ini khawatir dengan waktu yang tersisa itu sepertinya nggak dapat diselesaikan," tuturnya.

Dia juga mengatakan, pada prinsipnya bahwa pihaknya dari DPR meninjau tersebut untuk mencari tahu dimana hambatan-hambatannya serta kendala yang dihadapi dalam pengerjaannya.

"Kalau ada minat akan dibicarakan bagaimana solusinya. Jadi, jalan yang sudah dianggarkan ini harus tuntas dan masyarakat harus bisa memanfaatkan dan dia (jalan) harus fungsional. Artinya, dengan kebutuhan jalan ini akan lebih bertujuan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, mobilisasi barang dibawak orang akan lebih lancar," kata Abdurrahman lagi.

Abdurrahman juga menambahkan, akan terjadi pertumbuhan ekonomi baik di Singkil maupun Aceh Selatan jika jalan tersebut sudah berfungsi.

"Karena akan terjadi nanti pertukaran barang dan orang yang begitu akan bermanfaat bagi masyarakat dan juga akan meningkatkan harga-harga produk-produk masyarakat, baik Ikan, kelapa dan lain sebagainya jadi dagangan itu, harganya meningkat karena lebih cepat sampai ikannya ke tempat tujuan," terangnya.

Jalan tersebut, lanjut dia, merupakan sarana sangat penting dan mereka dari pihak DPR khususnya Komisi IV yang membidangi infrastruktur, dari dulu supaya bisa tuntas.

"Kami sangat mendukung dan berharap, sebenarnya bukan sekarang, dari dulu sudah kita minta supaya jalan ini harus tuntas. Intinya jalan strategis Aceh ini ada empat belas ruas saat ini, kita minta harus tuntas, supaya ini akan banyak manfaat untuk masyarakat," imbuhnya. 

"Oleh karena itu memang waktu sangat terbatas dan kami nanti dengan dinas bagaimana mencari langkah-langkahnya yang penting jalan ini bisa diteruskan pembangunannya, Insya Allah kami DPR tetap mendukung, apalagi karena bapak-bapak disini kita pantau tetap antusias dengan jalan ini. Tadi Pak Camat menyampaikan, khawatir jalan ini ndak selesai, tapi Insya Allah kita tetap dukung supaya jalan ini selesai," tuturnya lagi.

Saat disinggung terkait adanya usulan dari masyarakat agar pekerjaan sebagian dimulai dari Gampong Kilangan, ia mengatakan, ini juga strategi yang dibangun dinas supaya lebih cepat.

"Harapan lebih cepat selesai, makanya ini dimulai dan disana mulai, di tengah pun dimulai. Artinya, ada segmen satu ada segmen dua dan tiga, supaya ini cepat selesai. Namun kalau dimulai dari sini (Kilang) selesai disini, nanti nggak nyambung kesana (segmen satu), saya pikir ini adalah satu cara dinas mensetingnya agar ini cepat selesai. Jadi kalau ada kendala, itu harus dulu kesitu diselesaikan," ungkapnya.

*Penyampaian Asisten II Aceh Singkil

Terpisah, saat dikonfirmasi Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni menyampaikan, pemkab dan masyarakat Aceh Singkil dan khususnya Kecamatan Kuala Baru berterima kasih kepada Pemerintah Aceh bersama DPRA.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh yang telah menyetujui program peningkatan jalan dari Aceh Selatan ke Aceh Singkil, dimana jalan ini sangat ditunggu-tunggu dan dambaan masyarakat Aceh Singkil," kata Muzni. 

Mantan Kadis PUPR Aceh Singkil itu juga berharap agar pelaksanaan paket peningkatan jalan tersebut dapat selesai sesuai waktu yang telah direncanakan. 

"Melihat kondisi lapangan yang sulit saat ini kami khawatir pekerjaan ini tidak selesai sesuai waktu yang telah disepakati, oleh karenanya kami masyarakat dan Pemkab Aceh Singkil memohon agar dapat dicarikan jalan keluar agar pelaksanaan pekerjaan ini dapat selesai dan tidak menimbulkan masalah kemudian hari," harap Muzni.

*Penyampaian Camat Kuala Baru

Sementara, Camat Kuala Baru, Juardin juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan kerja Komisi IV DPR Aceh pada pelaksanaan pekerjaan jalan batas Aceh Selatan dengan Kuala Baru Telaga Bakti, Aceh Singkil.

"Kami berharap agar pelaksanaan pekerjaan ini dapat tuntas, karena sudah lima bulan dari tanggal kontrak kondisi pekerjaan Jalan terutama segmen tiga belum terlihat tanda-tanda dapat diselesaikan sesuai dengan kontrak sampai tanggal 15 Desember 2021," kata Juardin.

Ia menambahkan agar jalan ini dapat segera selesai aan mereka juga berharap anggaran telah dianggarkan tersebut dapat terus berlanjut sampai selesai termasuk pekerjaan pembangunan Jembatan Kilangan yang saat ini belum selesai.

"Kami juga berharap pada pihak ketiga agar terus memacu pekerjaan jalan ini, karena untuk mobilitas jangan tertumpu dari laut saja, hal ini dimungkinkan lewat sungai yang tidak tergantung dengan cuaca, tepatnya dari Gampong Kilangan atau Gampong Kayumenang serta jalan darat via segmen satu dan dua," pungkas Juardin.

Editor:
Rubrik:Daerah, DPRA, Umum