Breaking News

Kilatan Cahaya Sebelum Petani Temukan Emas Kuno Puluhan Kg di Klaten

Kilatan Cahaya Sebelum Petani Temukan Emas Kuno Puluhan Kg di Klaten

Klaten - Cerita penemuan kilogram perhiasan emas dan perak di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Oktober 1990 silam, kembali mengemuka dan jadi sorotan pembaca setahun. Ada cerita tentang penampakan cahaya sebelum artefak kuno abad IX itu ditemukan.

Penemuan perhiasan emas dan perak dalam empat guci di Desa Wonoboyo itu disebut sebagai temuan mahakarya sepanjang sejarah Indonesia. Benda-benda itu ditemukan enam petani di lokasi penggalian tanah uruk sedalam 3 meter.

"Yang menemukan 6 orang. Saat mencangkul ada yang kena guci di kedalaman tanah sekitar 3 meter yang berpasir," kata Widodo, salah satu warga yang menemukan saat ditemui detikcom di rumahnya.

Selain Widodo, ada Sudadi, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip, dan Sumarno yang ikut menemukan perhiasan emas tersebut. Perhiasan emas yang ditemukan kala itu berupa gelang, kalung, mangkok, tas, bokor, koin kecil-kecil dan lainnya.

"Jenisnya berbagai macam dalam empat guci itu. Bahkan ada tutup kepala seperti mahkota dua buah," kata Widodo.

Cerita senada disampaikan Sudadi. Sudadi mengenang setelah guci itu ditemukan, pihaknya lalu melapor ke Balai Desa. Kemudian guci itu dibuka dan ditemukan banyak perhiasan seperti koin emas hingga mahkota.

"Ada 4 guci, yang 2 ukuran besar dan yang 2 kecil. Yang besar isinya koin emas banyak sekali dan yang kecil isinya berbagai perhiasan," kata Sudadi.

Cerita penemuan perhiasan emas puluhan kilogram itu pun diiringi dengan fenomena alam tak biasa. Salah satunya soal kilatan cahaya yang dari langit.

"Malam sebelum menemukan saya pulang dari mengantar jualan ketela di Dompyongan. Di langit seperti ada cahaya atau ndaru," cerita Sudadi.

Temuan emas puluhan kilogram itu lalu diamankan pemerintah, masing-masing penemunya diberi penghargaan dan santunan uang sebesar Rp 18 juta. Kala itu penemu emas itu bahkan bisa membeli uang dari hadiah tersebut.

Pamong budaya madya BPCB Jateng, Deny Wahju Hidajat menyebut temuan itu merupakan temuan mahakarya nasional. Diduga lokasi penemuan perhiasan emas puluhan kilogram itu merupakan permukiman pejabat.

"Tidak cuma temuan besar di Jateng. Temuan emas di Wonoboyo yang disimpan di Museum Nasional Jakarta itu jadi masterpiece," kata Deny.

Deny menyebut temuan emas itu mencapai 27 kg berupa perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas, bokor, koin emas dan lainnya.

"Temuan di Desa Wonoboyo itu ada dua peruntukan. Ada untuk alat upacara dan perhiasan," jelas Deny.

Untuk mengenang temuan perhiasan emas itu, lalu pemerintah desa membangun monumen dan rumah situs di dekat lokasi penemuan. Rumah situs itu berisi cerita dan foto perhiasan yang ditemukan.

Kades Wonoboyo, Supardiyono mengatakan mulanya pihaknya berencana untuk membuat museum. Namun, niat itu dibatalkan karena tidak bisa menghadirkan asli emas tersebut karena disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Supardiyono menambahkan pemerintah desa juga bekerja sama dengan Museum Nasional, dan Museum Ranggawarsita karena perhiasan emas itu tidak bisa dibuat replikanya. Di rumah situs itu juga disajikan informasi tentang temuan emas yang juga disusun dalam bentuk buku.

"Kita bangun rumah situs bukan museum sebab museum harus ada barangnya tetapi rumah situs bisa sekadar informasi. Informasi jika ada temuan harta itu Wonoboyo," kata Supardiyono kepada.

Rubrik:News
Sumber:detik.com