Breaking News

Kematian Gajah di Aceh Jaya Masih Diselidiki Polisi bersama BKSDA

Kematian Gajah di Aceh Jaya Masih Diselidiki Polisi bersama BKSDA

Calang, Acehportal.com - Kematian gajah Sumatera di Aceh Jaya, tepatnya di kawasan Gampong Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, hingga kini masih diselidiki oleh pihak Polres Aceh Jaya bersama tim BKSDA Aceh.

Hal ini dikatakan Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan melalui Kasat Reskrim, AKP Miftahuda Dhiza Fezuono saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021) malam.

Saat ditanya apakah gajah itu mati karena perburuan liar atau sejenisnya, Dhiza mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah kesana.

"Belum ada bang, masih kita dalami bersama BKSDA," ujar Mantan Kapolsek Kuta Alam Polresta Banda Aceh ini.

Polisi bersama tim dokter hewan BKSDA Aceh pun telah melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah. Diketahui gajah berjenis kelamin jantan dan berusia kurang lebih sepuluh tahun dengan kondisi tubuh yang tampak kurus.

"Dari pemeriksaan tidak ada tanda-tanda mengalami keracunan, luka karena peluru atau kekerasan fisik lainnya (perburuan dan sebagainya) selain luka parah pada kaki kiri depan, diagnosa sementara gajah ini mati karena infeksi dari lukanya akibat terjerat tali sling," ungkapnya.

Bangkai gajah jantan itu pun, sambung Dhiza, ditemukan dalam keadaan lengkap tanpa kehilangan gadingnya. Usai nekropsi, tim mengamankan gading gajah sepanjang 45 sentimeter ke Mapolres Aceh Jaya guna dilakukan serah terima oleh tim BKSDA Aceh.

"Sementara sampel organ gajah seperti jantung, hati, ginjal, paru dan usus dibawa ke Banda Aceh untuk diperiksa secara detail di labotorium, bangkai gajah dikubur lokasi dengan menggunakan alat manual yang dibantu warga sekitar," tambahnya.

Rubrik:Daerah, Hukum, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI