Breaking News

Kelola BUMG Dengan Inovatif, Pemerintah Gampong Ujung Batee Sukses Tingkatkan Pendapatan Gampong

Kelola BUMG Dengan Inovatif, Pemerintah Gampong Ujung Batee Sukses Tingkatkan Pendapatan Gampong
Lokasi wisata Pantai Cemara Indah binaan BUMG Bungong Seulanga, Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan. (Ist)

TAPAKTUAN, ACEHPORTAL.com - Keseriusan pemerintah Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan dalam melaksanakan pemerintahan yang transparan, inovatif dan kreatif terus berkembang dalam rangka menciptakan gampong yang mandiri dan produktif.

Sejak tahun 1932, Gampong Ujung Batee telah memiliki pemerintahan secara adat istiadat yang dipimpin oleh wedana. Pada tahun 1954, gampong yang memiliki luas 1.200 hektar ini telah memiliki pemerintahan gampong sendiri yang dipimpin oleh Keuchik.

Dibawah kepemimpinan Keuchik Saiful dan perangkat gampong lainnya, gampong yang memiliki jumlah penduduk 834 jiwa atau 228 KK ini terus berbenah dengan memanfaatkan segala sumber daya baik alam maupun manusianya.

Hal itu terbukti dengan berkembangnya sejumlah unit usaha badan usaha milik gampong (BUMG) yang dikelola dengan baik dibawah manajerial direktur BUMG Bungong Seulanga, Jasman dan pengurus BUMG lainnya.

Adapun berbagai unit yang telah mampu dan terbukti dapat mendongkrak perekonomian warga Gampong Ujung Batee tersebut diantaranya adalah jasa penyewaan alat pelaminan serta pengelolaan air bersih perusahaan gampong air minum (PGAM), penyulingan sereh wangi dengan produk fresh care sereh wangi, pabrik batako dan pengelolaan tempat wisata. 

Dari semua unit tersebut, Gampong Ujung Batee telah menghasilkan pendapatan asli gampong sebesar Rp 50 juta pada tahun 2019.

Kepala Urusan (Kaur) Keuangan, Adi Darmawan kepada ACEHPORTAL.com mengatakan, tujuan terbentuknya BUMG Gampong Ujung Bate adalah untuk mendongkrak perekonomian masyarakatnya, meningkatkan PAG dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat dengan penyertaan modal yang bersumber dari dana desa.

"Ini dianggarkan sejak tahun 2016 hingga 2020 setelah dilakukan evaluasi APBG oleh perangkat desa, penyertaan modal ini didasari pada qanun BUMG yang telah dibentuk pada tahun 2016," ucapnya di Ujung Bate, Kecamatan Pasie Raja, Minggu (20/6/2021).

Ia mengatakan, banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat dengan berkembangnya BUMG Bungong Seulanga tersebut, diantaranya meningkatnya PAG, terbantu terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat dan pendapatan ekonomi .

"Hingga saat ini kami terus menggali potensi yang ada di dalam gampong untuk dijadikan unit usaha BUMG, dengan berpedoman pada peraturan yang ada dan tidak membatasi atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang," ucap Adi.

Salah satu unit usaha yang menjadi primadona Gampong Ujung Batee adalah pengelolaan tempat wisata yang kian bertambah pesat dan mengundang wisatawan baik lokal maupun luar daerah.

Adalah tempat wisata Pantai Cemara Indah Ujung Bate yang terletak di bibir pantai Samudera Indonesia, lokasi yang awalnya merupakan jalan elak saat pembangunan jalan lintas Tapaktuan-Subulussalam ini kini dengan cepat berkembang setelah dikelola BUMG Bungong Seulanga.

"Awalnya lokasi Pantai Cemara Indah ini merupakan jalan elak saat jalan lintas ditutup karena ada pembangunan beberapa tahun lalu, masyarakat berinisiatif membuat warung kecil untuk berjualan makanan kepada para pekerja jalan dan masyarakat umum lainnya," kisah Adi. 

Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah warung lain mulai menjamur dan banyak dikunjungi penikmat wisata pantai, sehingga menjadi objek baru wisata keluarga di Aceh Selatan.

Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik dan sesuai kaidah-kaidah yang berlaku di Aceh Selatan, maka BUMG Bungong Seulanga berinisiatif untuk mengelolanya agar terus berkembang dan dapat menjadi lapangan kerja baru masyarakat.

"Setelah disepakati, akhirnya BUMG mengelola lokasi ini dengan menerapkan aturan, qanun dan mempedomani syariat Islam yang berlaku di Aceh, kami terus menyiapkan fasilitas, menghadirkan pengurus sehingga tidak ada norma dan aturan yang dilanggar," ucapnya.

Adi mengatakan, objek wisata Pantai Cemara Indah Ujung Batee dalam perkembangannya terus mengedepankan wisata yang bersyariah.

Pihaknya juga menyiagakan keamanan pantai sebanyak empat orang dari warga setempat, yang bertugas memantau dan mengevaluasi baik itu keamanan maupun indikasi pelanggaran syariat Islam.

"Alhamdulillah tidak ada kejadian pelanggaran syariat Islam dan masalah keamanan lainnya, sebab selain empat keamanan pantai yang kita fungsikan juga kami mensosialisasikan qanun BUMG dibantu juga oleh kelompok sadar wisata yang sama-sama menjaga lokasi objek wisata ini," urainya.

Menariknya lagi, di lokasi wisata Pantai Cemara Indah Ujung Bate juga tersedia lapangan bola kaki, futsal, bola voli, lapangan latihan motor cross, sarana outbond dan sarana ibadah di masing-masing caffe.

Tidak jauh dari lokasi wisata juga berdiri Pondok Pesantren Minhajul Karamah Al-Aziziyah yang menjadi lembaga pencetak kader ulama masa depan di Kecamatan Pasie Raja.

Sementara itu, menurut Kaur Keuangan, Gampong Ujung Batee ini selama pandemi Covid-19 setidaknya telah berpengaruh besar dalam hal menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung di lokasi wisata tersebut.

Namun, BUMG Bungong Seulanga terus berikhtiar guna menanggulangi keterbatasan-keterbatasan tersebut dengan mengkampanyekan protokol kesehatan di setiap kesempatan di lokasi wisata.

Selain ikhtiar tersebut BUMG Bungong Seulanga berharap adanya perhatian serius pemerintah kabupaten untuk mendukung berkembangnya objek wisata dan unit usaha BUMG Bungong Seulanga lainnya sehingga dapat menyumbang PAD untuk Aceh Selatan.

"Pemerintah Gampong Ujung Batee melalui BUMG Bungong Seulanga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Aceh Selatan yang telah mendukung berkembangnya wisata Pantai Cemara Indah ini, dengan dianggarkannya pada tahun 2021 ini pembangunan jembatan, pengaspalan jalan dan pemasangan paving block, sehingga akses menuju lokasi objek wisata dapat dilalui dengan nyaman yang tentunya dapat semakin menarik minat pengunjung," harapnya.