MoU Investasi Pulau Banyak Belum Terlaksana

Tokoh Masyarakat: Bupati Jangan Kecewa Tanpa Alasan

Tokoh Masyarakat: Bupati Jangan Kecewa Tanpa Alasan(Zulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Salah satu kawasan di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) investasi Murban Energy yang merupakan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) yang akan menanamkan modalnya di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil gagal dilaksanakan di Abu Dhabi.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh Pemkab Aceh Singkil hadir atas undangan secara resmi ke Dubai untuk menandatangani nota kesepakatan pada kegiatan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada 2 November 2021 kemarin.

Namun, kesepakatan yang ditandatangani kedua kepala negara antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Abu Dhabi saat penandatanganan pertukaran sebanyak 14 nota MoU, ternyata rencana investasi Murban Energy di Kepulauan Banyak, tidak masuk di dalamnya.

Rencana investasi di Kepulauan Banyak tak masuk sehingga membuat banyak yang kecewa terutama Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid.

Kekecawaan pun datang dari Tokoh Masyarakat Aceh Singkil yakni Jafriadi. Saat dikonfirmasi, Minggu (7/11/2021). Ia mengatakan sangat yakin penundaan tersebut tidak akan terjadi tanpa alasan yang mendasar.

"Untuk itu besar harapan kita kepada Pemerintah Aceh wabil khusus Pak Bupati Aceh Singkil untuk tetap semangat dan mengevaluasi kesiapan pemerintah daerah," kata Japriadi.

Putra dari Kepulauan Banyak itu juga menyampaikan, sampai saat ini mungkin sebagian masyarakat tak mengetahui apa saja persiapan dan langkah-langkah kerja panitia.

"Karena saat ini terkesan pemerintah daerah membuat masyarakat meraba-raba bagaimana tentang lokasi yang belum pernah dibicarakan langsung kepada yang punya dan tentang berbagai hal penting lainnya," ucap yang kerap disapa Bang Malelo itu.

Sementara, lanjut dia, masyarakat Pulau Banyak sebelumnya sudah berkali-kali berharap kepada pemerintah tentang pelepasan status kawasan konservasi yaitu Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di Kepulauan Banyak.

"Yang telah ditetapkan diatas perkebunan kelapa milik masyarakat Kepulauan Banyak, harapan ini kembali terukir dengan adanya rencana investasi UEA yang ternyata kembali ditunda," sebutnya. 

"Untuk itu mungkin Pemerintah Aceh Singkil perlu mengevaluasi langkah kerja tim percepatan yang benar-benar fokus dalam menyelesaikan semua persyaratan sesuai dengan harapan pemerintah dan investor, diantaranya adalah lahan, karena sangat tidak masuk akal Murban tandatangani MoU tanpa adanya penyelesaian lahan," sebutnya.

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil itu juga mengatakan bahwa tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.

"Gunung pun bisa runtuh kalau dikerjakan serius dan bergontoroyong, serta ikhlas dan transparan didukung oleh anggaran khusus untuk persipan tersebut," kata dia.

"Masyarakat Aceh Singkil tentunya tetap menaruh harapan besar kepada Bupati Aceh Singkil, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar rencana investasi tersebut tetap dilanjutkan," ungkap dia.

"Insya Allah jika dikerjakan dengan tulus serta melibatkan semua pihak terkait, terutama anggota DPRK Aceh Singkil, alim ulama, tokoh pemuda, tokoh masarakat dan semua unsur lainnya Aceh Singki Batuah akan semakin maju sejahtera dan diberkahi oleh Allah SWT," pungkasnya.

Berikut 14 MoU yang dipertukarkan pada kesepakatan antara Pemerintah RI dan Abu Dhabi:

1. Nota Kesepahaman antara Anwar Gargash Diplomatic Academy dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dilakukan oleh Menteri Negara UEA, Ahmad bin Ali Al Sayegh, dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi;

2. Nota Kesepahaman antara Bank Sentral Persatuan Emirat Arab dengan Bank Indonesia mengenai kerja sama di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital, dilakukan oleh Gubernur Bank Sentral UEA, Khalid Mohammed Balama Al Tamimi dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi;

3. Nota Kesepahaman untuk saling pengakuan sertifikat kelayakan untuk tingkat pelatihan, sertifikasi dan kerja sif untuk personel pelaut, dilakukan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail bin Mohammed Al Mazrouei, dengan Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan;

4. Instrumen ratifikasi perjanjian untuk promosi dan perlindungan saling investasi yang ditandatangani pada 24 Juli 2019, dilakukan oleh Menteri Negara Urusan Keuangan UEA, Mohammed bin Hadi Al Husseini, dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi;

5. Instrumen pengesahan perubahan perjanjian penghindaran pajak berganda yang ditandatangani pada 24 Juli 2019, dilakukan oleh Menteri Negara Urusan Keuangan UEA, Mohammed bin Hadi Al Husseini, dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi;

6. Pertukaran catatan tentang amandemen Pengaturan Koridor Perjalanan Aman (Saling mengakui sertifikat PCR dan vaksin serta kerja sama antarplatform digital), ditandatangani oleh Menteri Negara UEA, Ahmad bin Ali Al Sayegh, dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi;

7. Nota Kesepahaman antara Badan Kredit Ekspor UEA dan Indonesia, dilakukan oleh Wakil Presiden Serikat Departemen Kredit Ekspor UEA, Dr. Thani Al Zeyoudi, dengan CEO PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Benny Waworuntu;

8. Nota Kesepahaman Kemitraan Strategis antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan Emirates Airlines, dilakukan oleh Ketua Dewan Direksi Emirates Airlines, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, dengan Menteri BUMN RI, Erick Thohir;

9. Nota Kesepahaman tentang Perjanjian Kerangka Kerja Investasi Bersama antara Indonesia Investment Authority (INA) dan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), dilakukan oleh CEO ADG, Khalifa Mohammed Al Suwaidi dengan CEO INA, Ridha Wirakusumah;

10. Perjanjian Aliansi Strategis Pengembangan Pelabuhan antara Indonesia Investment Authority (INA) dan DP World, dilakukan oleh Presiden Pelabuhan Dubai, Sultan Ahmed Bin Sulayem, dengan CEO INA Ridha Wirakusumah dan CEO Pelindo, Arif Suhartono;

11. Perjanjian Kerja Sama & Kemitraan Investasi Refinery Unit Balikpapan antara PT Kilang Pertamina Internasional-Mubadala Petroleum-Indonesia Investment Authority (INA), dilakukan oleh CEO Mubadala, Mansour Mohammed Al Hamed, dengan CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Joko Priyono, dan Deputi CEO INA, Arief Budiman;

12. Kesepakatan Kerja Sama Pembangunan Proyek Floating Solar Panel antara Masdar dan Pertamina New Renewable Energy, dilakukan oleh CEO Masdar, Mohammed Jamil Al Ramahi, dengan CEO Pertamina, Nicke Widyawati;

13. Nota Kesepahaman antara Hayat Biotech dengan Bio Farma, dilakukan oleh Mansour Al Mansouri dengan CEO Biofarma Honesti Basyir;

14. Nota Kesepahaman antara Smartfren Telcom-PT Amara Padma Sehati dengan G42 Investments AI Holdings RSC Ltd., dilakukan oleh Mansour Al Mansouri dengan CEO Smartfren Telcom, Frankie Wijaya, dan Komisioner PT Amara Padma Sehati, Pandu Syahrir.

Editor:
Rubrik:Umum