Breaking News

Kejati Aceh Bantah Pernyataan YARA dan Pastikan Tak Ada Penangkapan yang Dilakukan Satgas 53

Kejati Aceh Bantah Pernyataan YARA dan Pastikan Tak Ada Penangkapan yang Dilakukan Satgas 53
Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi. (Ist)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memastikan, tidak ada penangkapan terhadap Kajari Bireuen berinisial MJ serta lainnya yang dilakukan Satgas 53 Kejagung Republik Indonesia.

Hal ini dikatakan Kajati Aceh, Muhammad Yusuf melalui Kasi Penkum dan Humas, Munawal Hadi, Kamis (8/4/2021) malam yang membantah pernyataan dari Ketua YARA, Safaruddin dalam pemberitaan di sejumlah media massa lokal di Aceh.

"Yang bersangkutan tidak pernah diamankan oleh Satgas 53 bang, namun hanya menjalani pemeriksaan terkait adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Untuk memudahkan pemeriksaan terkait pengaduan tersebut beliau ditarik ke Badiklat Kejaksaan RI di Jakarta dan untuk sementara waktu Kajari Bireuen telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt)," jelasnya.

"Kita pastikan tidak ada kegiatan penangkapan oleh Satgas 53 di wilayah hukum Kejati Aceh," tegas Munawal lagi.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin mengungkapkan melaporkan MJ bersama sejumlah pejabat dan staf lain di Kejati Bireuen ke Satgas 53 Kejagung RI atas dugaan pemerasan.

Safar, begitu panggilan akrabnya, juga mencantumkan nama Kasubdit TPPU di BNN Pusat berinisial WB. Korban pemerasan itu adalah A, terpidana kasus pencucian uang yang ditangani Kejari Bireuen dan kini sudah diputuskan oleh PN Bireuen pada awal 2021 kemarin.

Menurut laporan YARA, mereka diduga melakukan pemerasan dengan nominal yang mencapai miliaran rupiah.

Editor:
Rubrik:Hukum, Umum
JMSI