Breaking News

Kejari Agara Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibdrida

Kejari Agara Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibdrida(Doni Sekedang/ACEHPORTAL.com)
Tim Penyidik Kejari Agara menahan tersangka kasus korupsi pengadaan bibit jagung hibrida tahun 2020 pada Dinas Pertanian Agara, Kamis (18/11/2021) kemarin.

KUTACANE, ACEHPORTAL.com - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa  tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung hibrida tahun 2020 pada Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Kejaksaan Negeri Agara resmi menahan dua orang tersangka.

Dalam keterangan persnya, Kamis (18/11/201) kemarin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Syaifullah bersama Kasi Pidsus, Dedet Darmadi dan Kasi Intel, Saiful Bahri Lembong menyebutkan, setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam, dua dari empat orang tersangka tersebut resmi ditahan pihak Kejaksaan.

Adapun empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu mantan Kepala Dinas Pertanian Agara yakni AB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni SP.

Kemudian, dua tersangka lainnya yakni KN yang pada saat itu menjabat sebagai Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Agara serta KP selaku Kontraktor Pelaksana.

"Sore ini yang ditahan dua orang tersangka, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SP serta KP selaku Kontraktor Pelaksana," kata Saifullah. 

Lanjutnya, tersangka AB juga telah diperiksa beberapa hari lalu di Banda Aceh. Seperti diketahui bersama, AB Saat ini telah resmi ditahan oleh penyidik Polda Aceh dalam kasus yang berbeda yakni kasus pengadaan bebek.

Sementara, tersangka KN diketahui belum datang untuk memenuhi panggilan kejaksaan dan pihak kejaksaan telah melayangkan surat panggilan sebanyak tiga kali. 

Atas kasus tersebut dua tersangka itu akan disangkakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaiman diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 55 ayat 1 ke satu KUHPidana.

"Dari laporan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas kasus pengadaan benih jagung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Aceh pada 5 November 2021 lalu kerugian diperkirakan sebesar Rp 921. 366.795, jelasnya.

Diketahui, proyek pengadaan bibit jagung hibrida jenis NK 017 Dinas Pertanian Agara dengan pagu Rp 2,8 miliar dari dana DOKA tahun 2020 itu dimenangkan oleh rekanan PT Fatara Julindo Putra.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Agara, Dedet Darmadi menambahkan, kedua tersangka tersebut akan ditahan penyidik selama 20 hari kedepan sejak 18 November hingga 7 Desember 2021.

"Saat ini kedua tersangka dititip di Lapas Kelas IIB Kutacane sebagai tahanan jaksa penyidik," ujar Dedet.

Editor:
Rubrik:Hukum