Kasus Korupsi PT ASABRI

Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi, 4 Ahli dan Satu Tersangka Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI

Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi, 4 Ahli dan Satu Tersangka Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI
Gedung PT ASABRI

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa lima orang saksi yang alah satunya adalah istri tersangka dalam kasus korupsi PT ASABRI, Senin (10/5/2021).

Selain saksi, jaksa penyidik juga memeriksa empat orang ahli serta satu orang tersangka terkait kasus yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah tersebut.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, saksi yang diperiksa yakni SH selaku istri tersangka SW yang diperiksa terkait aset milik suaminya, ZA selaku Direktur PT Hanson Samudera Indonesia yang diperiksa terkait tanah PT Hanson yang terafiliasi dengan tersangka BTS serta B selaku Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas yang diperiksa terkait pendalaman reksadana dan saham PT ASABRI (Persero) terkait saham BCIP, SUGI dan LCGP.

"Kemudian DB selaku Komisaris PT Strategic Management Services yang diperiksa terkait pendalaman transaksi saham LCGP antara PT ASABRI (Persero) dengan PT GPS, PT SMS dan PT ASTRO serta AT selaku Direktur PT Mahkota Nikel Indonesia dan Direktur PT Tiga Samudra Nike yang diperiksa terkait PT Mahkota Nikel Indonesia dan PT Tiga Samudra Nikel yang terafiliasi tersangka HH," ungkapnya. 

Sementara, empat orang ahli yang diperiksa jaksa penyidik yakni ST selaku Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas diperiksa terkait broker PT ASABRI (Persero), ID diperiksa terkait Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan baik bank maupun non-bank, Prof. NP yang diperiksa terkait hukum bisnis dan pasar modal oleh Tim Jaksa Penyidik di Yogyakarta serta Drs. SS yang diperiksa terkait keuangan negara oleh Tim Jaksa Penyidik di Bandung.

"Untuk Tersangka yang diperiksa yaitu tersangka SW selaku Direktur Utama PT ASABRI (Persero) periode Maret 2016 hingga Juli 2020 terkait perbuatan yang telah dilakukan dalam mengelola keuangan dan dana investasi PT ASABRI (Persero)," katanya.

Pemeriksaan saksi, ahli dan tersangka ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. (*)