Kejaksaan Agung Periksa 16 Saksi Kasus Korupsi yang Ditangani

Kejaksaan Agung Periksa 16 Saksi Kasus Korupsi yang Ditangani(Dok. Kejaksaan Agung)
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung empat orang saksi terkait kasus korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan, Kamis (18/11/2021).

Saksi-saksi yang diperiksa, antara lain HY selaku Staf PT Palsin, RHY selaku Staf PT DKLN, DAB selaku Kepala Cabang PT Astra Internasional Tbk (Auto 2000) Lenteng Agung, serta I selaku Direktur PT Palsin. Keempat saksi ini diperiksa terkait aliran transaksi keuangan Tersangka MM dan Tersangka AYH.

Selain itu, Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, empat saksi juga diperiksa dalam kasus korupsi PT ASABRI.

Mereka yang diperiksa yakni ZA selaku Direktur PT Hanson Samudera dan REZ selaku Direktur PT Maybank Aset Management yang diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT ASABRI dengan Tersangka TT, lalu R selaku Equity Sales pada OCBC Sekuritas yang diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manager Investasi serta MM selaku Asisten Piter Rasiman yang diperiksa terkait transaksi saham di reksadana PT MCM dengan Piter Rasiman.

"Lalu empat saksi juga diperiksa terkait kasus korupsi Perum Perindo, yakni AG selaku Karyawan PT Kemilau Bintang Timur, YB selaku Business Development Manager PT Kemilau Bintang Timur, BP selaku Bagian Keuangan PT Kemilau Bintang Timur dan LMSM selaku Konsultan Penerbitan MTN," jelasnya.

"Keempat saksi ini iperiksa terkait proses penerbitan MTN yang dananya digunakan untuk bisnis perdagangan," kata Kapuspenkum.

Terakhir, tim penyidik juga memeriksa empat saksi dalam kasus korupsi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019.

Mereka yang diperiksa antara lain OBP selaku Direktur Pelaksana IV LPEI dan DW selaku Direktur Pelaksana I LPEI yang diperiksa terkait pemberian fasilitas pembiayaan dari LPEI serta Y selaku Pengurus CV Lancar Jaya dan EP selaku Pengurus CV Lancar Jaya, CV Maju Makmur, CV Jaya Sakti, CV Langgeng Sejahtera, CV Berkat Sejahtera yang diperiksa terkait supplier dari debitur LPEI.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi. Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti prokes ketat," tutupnya. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum