Breaking News

Kejaksaan Agung Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Korupsi

Kejaksaan Agung Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Korupsi(Dok. Kejaksaan Agung RI)
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa tiga belas orang saksi yang terkait kasus korupsi yang ditangani, Rabu (10/11/2021).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, hari ini ada empat orang saksi diperiksa terkait kasus korupsi PT ASABRI.

Mereka adalah YG selaku Kadiv Bangus PT ASABRI, FP selaku Direktur Utama PT Recapital Aset Management dan IS selaku Pegawai PT ASABRI yang diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manager Investasi serta SO selaku Staf PT Batu Kuda Propertindo yang diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT ASABRI dengan Tersangka TT.

Lalu, empat saksi juga diperiksa terkait kasus korupsi PT Askrindo Mitra Utama. Mereka adalah AH selaku Supervisor Pemasaran PT AMU, NH selaku Pelaksana Pemasaran Perwakilan PT AMU Jakarta Utara dan Bekasi, FJ selaku Pelaksana Pemasaran Perwakilan PT AMU Kemayoran serta IP selaku Bagian Produksi PT AMU.

"Mereka diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT AMU Tahun Anggaran 2016-2020 atas nama Tersangka WW, Tersangka FB dan Tersangka AFS," ujar Kapuspenkum.

Selanjutnya, empat saksi juga diperiksa dalam kasus korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Keempat saksi tersebut yakni WW selaku Pengurus CV Lancar Jaya, DC selaku Pengurus CV Berkat Sejahtera dan T selaku Direktur PT Schneider Electric yang diperiksa terkait penerimaan fasilitas pembiayaan dari LPEI serta saksi YS selaku Kepala Divisi HRBP Recruitment LPEI yang diperiksa terkait kapasitas masing-masing tersangka.

"Terakhir, satu saksi diperiksa terkait kasus korupsi Perum Perindo yakni HH selaku Direktur Utama CV Tiga Bintang Timur, yang bersangkutan diperiksa terkait bisnis kerjasama jual beli pakan ikan dan budidaya udang dengan Perum Perindo," jelasnya.

Pemeriksaan saksi-saki ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M," tambahnya. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum