Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI

Kejaksaan Agung Kembali Sita Aset Milik Tersangka BTS dan SW

Kejaksaan Agung Kembali Sita Aset Milik Tersangka BTS dan SW
PT ASABRI

JAKARTA, ACEHPORTAL,com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita barang bukti dalam kasus korupsi PT ASABRI yang diduga menyebabkan kerugian negara kurang lebih Rp 23 triliun, Kamis (20/5/2021).

Kali ini, penyitaan aset milik tersangka yang disita dalam kasus tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka BTS berupa enam bidang tanah dan/atau bangunan yang terletak di Jawa Tengah dan satu bidang tanah dan/atau bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, penyitaan enam bidang tanah dan/atau bangunan di Jawa Tengah telah mendapatkan penetapan ijin penyitaan dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo, sementara untuk satu bidang tanah dan/atau bangunan di Kota Denpasar telah mendapatkan penetapan ijin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Sleman.

"Kedua penetapan izin penyitaan tersebut, pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tujuh bidang tanah dan bangunan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta," jelasnya.

Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sleman Nomor: 367/Pen.Pid/2021/PN Smn. tanggal 10 Mei 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka BTS yaitu satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Milik No. 8893 seluas 468 M2 yang terletak di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdapat sebuah bangunan yang dikenal dengan nama Hotel Brothers Inn.

Berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 110/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 29 April 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka BTS yaitu:

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1286 seluas 462 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1287 seluas 176 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1294 seluas 90 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1296 seluas 90 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1297 seluas 108 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

*Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1298 seluas 144 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

"Diatas enam bidang tanah tersebut terdapat bangunan yang dikenal dengan nama Hotel Brothers Inn Sukoharjo," kata Kapuspenkum.

"Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," jelasnya.

*Aset Tanah Terkait Tersangka SW Juga Disita

Selain itu, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung juga menyita barang bukti lain yang terkait dengan tersangka SW dalam kasus korupsi PT ASABRI. 

"Aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka SW berupa satu bidang tanah dan/atau bangunan yang terletak di Badung, Bali dan satu bidang tanah dan/atau bangunan di Kecamatan Tebet Jakarta Selatan," katanya.

Penyitaan sebidang tanah dan bangunan di Badung, Bali telah mendapatkan penetapan izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Kelas IA. 

Sementara untuk satu bidang tanah dan/atau bangunan di Kecamatan Tebet Jakata Selatan telah mendapatkan penetapan izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA.

Kedua penetapan izin penyitaan tersebut pada pokoknya memberikan ijin kepada penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap dua bidang tanah dan/atau bangunan di Kabupaten Badung Bali dan Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.

Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Kelas IA Nomor: 4/Khusus/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Dps tanggal 17 Mei 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan Tersangka SW yaitu satu bidang tanah dan bangunan sesuai Sertifikat Hak milik No. 9584 seluas 880 M2 yang terletak di Jl. Kubu Anyar No. 20 X Kuta Kabupaten Badung, Bali dengan pemegang hak atas nama Setiyo Joko Santosa.

Sementara, berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Nomor: 69/Pen.Pid.Sus/TPK/V/2021/PN.Jkt.Pst, aset milik atau yang berkaitan dengan Tersangka SW yaitu satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1479 seluas 415 M2 yang terletak di Jalan Tebet Baru VIII Nomor 14 RT. 010/03 Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan dengan pemegang hak atas nama Setiyo Joko Santosa.

Di atas dua bidang tanah yang berada di Badung, Bali dan Kecamatan Tebet Jakarta Selatan terdapat bangunan yang dikenal dengan nama Hotel The Nyaman. 

"Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," tutupnya. (*)