Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI, Jual Beli Saham IUP Batubarara Sarolangun, BPJS Ketenagakerjaan, PDPDE Sumatera Selatan dan Proyek Pembangunan Gardu Induk Medan

Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat dan Eks Pejabat Terkait Beberapa Kasus Korupsi Menonjol

Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat dan Eks Pejabat Terkait Beberapa Kasus Korupsi Menonjol

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindakan Pidana Khusus (Jam Pidsus) memeriksa sejumlah pejabat maupun mantan pejabat terkait sejumlah kasus korupsi menonjol yang terjadi di Indonesia.

Kasus korupsi yang dimaksud yakni korupsi PT ASABRI, jual beli saham IUP batubarara di Sarolangun, BPJS Ketenagakerjaan, PDPDE Sumatera Selatan dan proyek pembangunan gardu induk Medan, Sumatera Utara.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (28/4/2021) melalui siaran persnya.

Leo mengatakan, untuk kasus korupsi PT ASABRI jaksa penyidik memeriksa dua orang pejabat sebagai saksi yakni DH selaku Direktur Keuangan dan Investasi PT Wanaartha Life dan BH selaku Kepala Grup Hukum BNI (Persero) Tbk.

"Sementara untuk kasus korupsi jual beli saham IUP Batubara di Sarolangun ada tiga saksi yang diperiksa yakni HW selaku Direktur Operasional PT Antam, Tbk, DM selaku Senior Manager Legal PT Antam, Tbk dan LW selaku Legal PT Timah Tbk (Mantan Legal PT Antam Tbk periode 2003-2018)," ungkapnya.

Sementara terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan, jaksa penyidik memeriksa empat orang saksi yakni FK selaku Dealer Reksadana BPJS Ketenagakerjaan, ALG selaku Dealer pada Asisten Deputi Bidang Reksadana BPJS Ketenagakerjaan, FH selaku Dealer Pasar Saham BPJS Ketenagakerjaan serta AK selaku Dealer pada Asisten Deputi Bidang Pasar Saham BPJS Ketenagakerjaan.

"Terkait kasus korupsi pembelian gas bumi PDPDE Sumatera Selatan ada satu orang yang diperiksa sebagai saksi yaitu AAG selaku Mantan Head Commercial Pertamina Hulu Energi Jambi Merang," katanya.

"Sementara untuk kasus korupsi proyek pembangunan jalur transmiai gardu induk Kiliranjao-Payakumbuh pada PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan Tahun 2016-2017, saksi yang diperiksa tiga orang yakni MR selaku Plt Manager UPK JS 3 Bukittinggi periode 2016-2017, H selaku Analisis Administrasi Keuangan PT PLN (Persero) UIP II Medan serta RW selaku Karyawan PT PLN (Persero) UIP Jawa bagian Timur dan Bali I," bebernya.

Pemeriksaan saksi, lanjut Kapuspenkum, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan dan menemukan fakta hukum kasus-kasus tersebut.

"Pemeriksaan saksi juga dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambah Leo. (*)

Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues