Breaking News

Kejagung Periksa Enam Saksi Terkait Kasus Korupsi yang Ditangani

Kejagung Periksa Enam Saksi Terkait Kasus Korupsi yang Ditangani(Dok. Kejaksaan Agung RI)
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah). Foto diambil beberapa waktu lalu saat menangkap salah satu buronan kejaksaan.

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung RI memeriksa enam orang saksi terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani, Selasa (23/11/2021).

Kasus-kasus korupsi yang dimaksud seperti kasus korupsi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI, kasus korupsi PT ASABRI dan PT AMU serta kasus korupsi dalam pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumatera Selatan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, dalam kasus LPEI ada dua saksi yang diperiksa yakni SM selaku Komite Pembiayaan II LPEI yang diperiksa terkait pemberian fasilitas pembiayaan dari LPEI; dan K selaku Pengurus CV Lancar Jaya yang diperiksa terkait buyer dari salah satu debitur LPEI.

"Sementara untuk kasus PT AMU, dua saksi juga diperiksa yakni S selaku Komite Pemantau Resiko PT Askrindo serta AZ selaku Mantan Kasi Produksi PT Askrindo Mitra Utama," kata Kapuspenkum.

"Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (AMU) Tahun Anggaran 2016-2020 atas nama tersangka WW, tersangka FB dan tersangka AFS," lanjutnya.

Selanjutnya, satu saksi diperiksa dalam penanganan kasus korupsi PT ASABRI. Saksi tersebut yakni F selaku Direktur PT Aurora Aset Management yang diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT ASABRI dengan tersangka TT.

"Terakhir satu saksi juga diperiksa dalam kasus korupsi pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumatera Selatan yakni RY selaku istri tersangka MM, yang bersangkutan diperiksa terkait aliran transaksi tersangka MM," jelasnya.

Pemeriksaan saksi, lanjut Kapuspenkum, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M," tutup Leo. (*)

Editor:
Rubrik:Hukum