Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI, BPJS Ketenagakerjaan dan Proyek Pembangunan Gardu Induk

Kejagung Periksa 24 Orang Saksi Terkait Sejumlah Kasus Korupsi Menonjol

Kejagung Periksa 24 Orang Saksi Terkait Sejumlah Kasus Korupsi Menonjol
Kejaksaan Agung Republik Indonesia

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Hari ini, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung Republik Indonesia memeriksa puluhan saksi terkait sejumlah kasus korupsi menonjol yang terjadi.

Dimana, salah satunya adalah pemeriksaan terhadap delapan belas orang saksi terkait kasus korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.

Hal ini dikatakan Kapuspenkum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam rilis yang disampaikan Rabu (14/4/2021).

"Saksi yang diperiksa antara lain AHC selaku Nominee, AT selaku Nominee, MP selaku Nominee, AST selaku Nominee, AIP selaku Isteri Tersangka IWS, M selaku Nominee, E selaku Nominee, DM selaku Nominee, EB selaku Nominee, SL selaku Nominee, JT selaku Adik Tersangka BTS, DRF selaku Karyawan PT Tedo Utama Bersama, JI selaku Nominee, LL selaku Nominee, AA selaku Nominee, HS selaku Nominee, WM selaku Nominee dan ABS selaku Nominee," ungkapnya.

Selain kasus PT ASABRI, penyidik Kejagung juga memberiksa lima orang saksi terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka yang diperiksa yakni H selaku Direktur Marketing PT Syailendra Capital, MS selaku Head of Equity PT Syailendra Capital, AS selaku Direktur Investasi PT Syailendra Capital, SJ selaku Head of Institutional PT Syailendra Capital serta FRH selaku Direktur Utama PT Syailendra Capital.

"Kemudian satu orang lainnya juga diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi Proyek Pembangunan Jalur Transmisi 275 KV Gardu Induk Kiliranjao-Gardu Induk Payakumbuh pada PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan Tahun 2016-2017, yakni FA selaku Pegawai PT PLN (Persero) UIP II Medan," katanya.

Leo menjelaskan, pemeriksaan para saksi ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi. 

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan penyidik yang telah menggunakan APD lengkap serta wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," jelasnya.

Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues