Kejagung Kembali Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Hotel Brothers Solo Baru Disita

Kejagung Kembali Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Hotel Brothers Solo Baru Disita
Kapuspenkum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Ist)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa delapan orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT ASABRI.

Kapuspenkum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, saksi yang diperiksa antara lain berinisial TK selaku Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti, FF selaku Direktur PT Mega Capital Investama, HB selaku Pengelola Saham PT Oso Management dan JI selaku Karyawan PT Hanson International, Tbk.

"Kemudian PAY selaku Komisaris PT Agro Artha Surya, RDS selaku Direktur PT Bukit Berlian Plantations, ISA selaku Direktur PT Agro Artha Surya serta F selaku Karyawan PT Agro Artha Surya," ungkapnya Senin (5/4/2021).

Pemeriksaan saksi, jelas Leo, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang didengar, dilihat dan dialami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT ASABRI. 

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

*Hotel Brothers Solo Baru Disita Jaksa

Selain itu, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita barang bukti terkait kasus korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 triliun. 

Kali ini, penyitaan aset tersangka yang disita yaitu aset yang terkait tersangka BTS berupa satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1931 seluas 3.109 M2 yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan Pemegang Hak atas nama PT Brothers Graha Pratama (Hotel Brothers Solo Baru).

"Penyitaan satu bidang tanah dan atau bangunan tersebut telah mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo dengan Surat Penetapan Nomor: 82/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 01 April 2021," jelas Kapuspenkum.

Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, tambah Leo, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI