Kasus Pengancaman Penjual Obat di Aceh Utara Akhir Tahun Lalu Dihentikan

Kasus Pengancaman Penjual Obat di Aceh Utara Akhir Tahun Lalu Dihentikan

LHOKSUKON, ACEHPORTAL.com - Kasus pengancaman terhadap penjual obat di Keude Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara yang berakibat korban meninggal dunia pada akhir tahun 2020 lalu dihentikan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Aceh Utara.

Tersangka didiagnosis mengalami gangguan jiwa sehingga secara hukum dianggap tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Fauzi menyampaikan, hasil dari pemeriksaan medik psikiatrik di RSJ bahwa tersangka dinyatakan mengalami gannguan jiwa.

"Setelah sempat diobservasi, tersangka dinyatakan mengalami gangguan jiwa psikotik dengan diagnose skizoafektif tipe manik," ujar AKP Fauzi, Selasa (23/3/2021).

Tingkah laku tak terkendali berupa tindakan pengancaman berhubungan erat dengan terganggunya fungsi mental secara keseluruhan.

"Untuk itu, Nurdin (tersangka) telah serahkan pada pihak keluarga pada 19 Maret 2021 lalu di Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Nurdin (47), nelayan asal Seumatang Aron, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur diboyong ke Polres Aceh Utara usai mengacungkan pisau dan mengancam seorang penjual obat hingga mengakibatkan orang yang diancam meninggal dunia.

Korban adalah Tgk Abdurrahman (72), warga Gampong Matang Sijuek, Kecamatan Baktiya Barat. Kejadian itu terjadi lantaran pelaku kesal, dimana ia menganggap obat kuat yang pernah dibeli dari korban tak berkhasiat.

Rubrik:Daerah, Hukum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI