Kasus Korupsi Bantuan Benih Jagung Kementerian Pertanian

Kasus Korupsi Bantuan Benih Jagung Kementerian Pertanian Juga Masuk ke Tahap Penyidikan

Kasus Korupsi Bantuan Benih Jagung Kementerian Pertanian Juga Masuk ke Tahap Penyidikan
Ilustrasi

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyelidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung kembali menyelesaikan hasil penyelidikan yang belum tuntas yakni kasus korupsi pengadaan bantuan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 dengan melimpahkan proses penyidikan kepada penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, dalam penyelidikan yang dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-31/F.2/Fd.1/07/2019 Tanggal 25 Juli 2019 tentang Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Bantuan Benih Jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017 itu ditemukan bukti permulaan yang cukup khusus terkait pengadaan di Lampung yang diduga terdapat penyimpangan dalam pengadaannya, sehingga kasusnya ditingkatkan prosesnya ke tahap penyidikan.

Penyidikan selanjutnya dilaksanakan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Lampung berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nomor: 04/L.8/ Fd.1/10/2020 tanggal 14 Oktober 2020 dan tiga tersangka telah ditetapkan.

"Tersangka adalag IM selaku Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti, HR binti PS selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung dan EY bin J selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung," ungkapnya.

Atas perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian dengan jumlah sementara sebesar Rp 8,8 miliar. Ini diketahui berdasarkan hasil audit yang dilakukan pihak BPK RI tahun 2018 kemarin.

"Penuntasan Perkara Tindak Pidana Korupsi yang belum tuntas pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus akan terus diupayakan penyelesaiannya terhadap perkara-perkara lainnya," tambah Leo. (*)