Breaking News

Kasus Dugaan Mesum ASN Kemenag Aceh Dihentikan, Terduga Pelaku Bebas

Kasus Dugaan Mesum ASN Kemenag Aceh Dihentikan, Terduga Pelaku Bebas(Dok. Luthfy Syahban/detikcom)
Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Drama penanganan kasus dugaan mesum yang menyeret nama salah satu pejabat Kanwil Kemenag Aceh pun berakhir.

Sebelumnya, banyak pihak yang menduga ada ketidakadilan serta kongkalikong dalam penanganan kasus yang dilakukan penyidik Satpol PP-WH Banda Aceh tersebut.

Kini, penyelidikan resmi dihentikan. Terduga pelaku yang menjabat sebagai Kasubbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Aceh yakni TJ serta OB di kantor yang sama yakni RH bebas dari hukum.

Diberhentikannya penyelidikan kasus tersebut oleh penyidik atas alasan banyak alat bukti yang kurang, sehingga tak dapat membuat keduanya terjerat hukum.

Hal itu juga diketahui saat penyidik melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejari Banda Aceh beberapa waktu lalu yang kemudian dikembalikan jaksa dengan alasan alat bukti yang tak lengkap.

"Ya sudah dihentikan karena alat bukti kurang," kata Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP-WH Banda Aceh, Zakwan saat jumpa pers di Banda Aceh, Kamis (4/11/2021).

Kasus dugaan mesum itu bermula saat pasangan TJ dan RH tertangkap warga di sebuah rumah kost di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh pada Juni lalu.

Saat itu, warga mengamankan RH dari dalam rumah, sementara TJ melarikan diri. Setelah RH diamankan, pihak Satpol PP-WH pun menyurati TJ untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan TJ saat itu, Satpol PP dan WH Banda Aceh menyimpulkan bahwa alat bukti yang didapat cukup untuk menjerat keduanya dengan Qanun Jinayat.

Setelah sempat ditahan 20 hari oleh penyidik, TJ mendapat penangguhan penahanan atas permintaan dari keluarga dan kuasa hukumnya.

Penangguhan itu disetujui Satpol PP-WH dengan jaminan sejumlah emas dengan alasan TJ merupakan tulang punggung keluarga, sekaligus mempertimbangkan kondisi psikologis anak TJ yang masih sekolah.

Plt Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Heru Triwijanarko menyebutkan, kasus tersebut sudah memenuhi unsur sesuai Qanun Jinayat yaitu telah melakukan Ikhtilat.

"Kalau unsur sudah memenuhi sesuai Qanun Jinayat telah melakukan Ikhtilat, tapi dia berkilah tidak mengaku, keterangan saksi dan yang perempuan sudah menguatkan," kata Heru saat masih menjabat Plt Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Rabu (30/6/2021) lalu.

Rubrik:Hukum