Breaking News

Kapolda Aceh Sidak Sejumlah Posko Gampong PPKM Mikro di Banda Aceh

Kapolda Aceh Sidak Sejumlah Posko Gampong PPKM Mikro di Banda Aceh
Kapolda Aceh Sidak Sejumlah Posko Gampong PPKM Mikro di Banda Aceh. (Ist)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melakukan sidak ke sejumlah Posko Gampong PPKM Mikro di wilayah Banda Aceh, Senin (24/5/2021) kemarin.

Kapolda Aceh melalui Karo Ops, Kombes Pol Agus Sarjito menyebutkan, Posko Gampong PPKM Mikro yang disidak Kapolda diantaranya berada di Kecamatan Baiturrahman dan Luengbata, Banda Aceh. 

"Setelah memantau dan mengecek di sejumlah posko ternyata masih ada beberapa permasalahan dan kendala sehingga, Bapak Kapolda terus mendorong Camat dan Keuchik untuk melengkapi sarpras pada posko gampong minimal wajib ada panel data struktur organisasi Posko Gampong, panel data dokumentasi kegiatan Posko Gampong," sebut Agus Sarjito, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, jelas Karo Ops, juga harus tersedia rencana Kegiatan harian atau mingguan, buku mutasi kegiatan harian, buku kunjungan supervisi/asistensi, panel data kasus positif harian/sembuh/MD tiap dusun, peta zonasi per dusun, lemari (obat-obaan, alat rapid/swab, APD). 

"Mendorong Camat atau Keuchik untuk segera mencari solusi kebutuhan anggaran Posko Gampong kaitannya dengan penggunaan dana desa sebesar 8 persen, dimana pemangku kebijakannya adalah ada pada Badan Pendamping Masyarakat Desa (BPMD) yang berada langsung dibawah Bupati/Walikota," kata Agus. 

"Jangan biarkan permasalahan anggaran ini menjadi membuat Posko Gampong menjadi tidak bekerja dan jangan sampai anggota kita Bhabinkamtibmas yang bekerja sendiri di Posko Gampong, desak camat dan keuchik untuk bekerja bersama-sama sesuai struktur organisasi Posko Gampong," ucapnya. 

Ia pun meminta pihak terlibat untuk maksanakan pendataan kasus positif, sembuh atau pun meninggal dunia per dusun dan tindaklanjuti dengan kegiatan 3T secara tuntas.

Di setiap satu orang positif, kata Karo Ops lagi, maka secara aturan wajib ditemukan minimal 15 kontak erat yang kemudian dorong Puskesmas untuk melaksanakan swab kepada setiap kontak erat yang ditemukan. 

"Antisipasi pemulasaran jenazah, lakukan pengamanan awal terhadap proses pemakaman jenazah Covid-19," tutup Kombes Pol Agus Sarjito.