Breaking News

Kadis DKP Aceh Minta BUMN Hadirkan Industri Pengolahan Ikan

Kadis DKP Aceh Minta BUMN Hadirkan Industri Pengolahan Ikan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman (kanan) bersama Gubernur Aceh, Nova Iriansyah

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman berharap perusahaan BUMN yang bergerak dibidang perikanan khususnya dapat berperan serta menghadirkan industri pengolahan ikan di provinsi setempat.

“Aceh memiliki hasil laut yang melimpah dan menjadi produsen ikan. Namun hasilnya dijual dalam bentuk ikan segar belum dalam bentuk olahan,” katanya di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Rabu (31/3/2021), seperti dikutip dari laman Antara.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela diskusi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Aceh yang berlangsung secara luring dan daring serta ikut menghadirkan Direktur Komersial PT Rajawali Nusantara Indonesia, Frans. M. Tambunan.

Ia menjelaskan ikan tangkapan yang diproduksi oleh nelayan di Aceh menjadi salah satu komoditas ekspor yang didikirim melalui pelabuhan provinsi tetangga.

“Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Aceh menjadi produk ekspor ke luar negeri,” katanya.

Menurut dia berbagai tangkapan nelayan yang dihasilkan selama ini masih banyak dikirim keluar daerah dalam bentuk ikan segar.

“Kita berharap BUMN yang bergerak bidang perikanan khususnya dapat berinvestasi di Aceh dengan menghadirkan industri pengolahan ikan,” katanya.

Pihaknya meyakini dengan hadirnya perusahaan pengolahan tersebut akan memberikan nilai tambah bagi nelayan dan juga akan membuka lapangan kerja baru di masa mendatang.

Ia menambahkan perusahaan yang akan berinvestasi di Aceh tidak perlu khawatir akan ketersediaan bahan baku, sebab hasil tangkapan yang ada mampu untuk memenuhi kebutuhan industri.

Direktur Komersial PT Rajawali Nusantara Indonesia, Frans. M. Tambunan mengatakan pihaknya akan menjajaki potensi yang ada bersama dengan perusahaan BUMN yang ikut bergerak pada sektor perikanan.

“Kita sangat komit untuk mewujudkan ketahanan pangan dan siap mendistribusikan komoditas yang surplus di suatu daerah ke daerah lainnya,” katanya.

Rubrik:Ekonomi