Breaking News

Jumlah Siswa Anjlok, Begini Penjelasan Kepsek SDN 2 Susoh Abdya

Jumlah Siswa Anjlok, Begini Penjelasan Kepsek SDN 2 Susoh Abdya
SD Negeri 2 Susoh, Abdya. (Ist)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Susoh, Lismawarni, SPd.SD membenarkan jika jumlah siswa di sekolahnya memang memiliki angka sangat rendah.

"Iya benar, jumlah siswa kita tahun 2020 lalu anjlok hanya 3 orang siswa, menurun dari tahun ajaran sebelumnya dari 14 siswa," kata Lismawarni saat dihubungi ACEHPORTAL.com via seluler, Senin (5/4/2021). 

Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah murid di SDN 2 yang berlokasi di Gampong Durian Rampak, Susoh itu dikarenakan oleh beberapa hal. 

Pertama, pada ajaran tahun lalu penyebaran Covid-19 memuncak, sehingga membuat pihaknya tidak begitu maksimal dalam melakukan penjaringan siswa baru.

Kedua, menurut Lismawarni jarak antar sekolah yang terlalu berdekatan, sehingga orang tua masih bisa menjangkau mengantarkan anaknya bersekolah ke SD lain.

Ketiga, ialah faktor ketika para kepala sekolah lainnya kurang memperhatikannya sistem zonasi. Faktor tersebut sangat mempengaruhi, kata dia. 

Seharusnya kepala sekolah lain yang faham terhadap sistem zonasi itu tidak menerima lagi siswa apabila kuota jumlah siswa di sekolah mereka sudah penuh.

Penyebab lain yang ia merasa sedih adalah ketika masyarakat lebih suka mengantarkan anaknya ke sekolah lain dengan berbagai alasan. Hal itu terkadang membuat pihak sekolah lain itu terpaksa harus menerima.

Selanjutnya, kata Lismawarni lokasi letak sekolah yang kurang strategis juga ikut berpengaruh. SDN 2 Susoh berada di dekat sawah.

Bahkan, gara-gara itu sekolah ini kata dia dijuluki masyarakat sebagai "sekolah sawah". Menurutnya kebiasaan penyebutan nama tersebut oleh masyarakat justru menjatuhkan aura sekolah.

Padahal, ungkap dia SDN 2 Susoh itu sudah memiliki semua fasilitas yang tidak jauh kalahnya dengan sekolah dasar lainnya di Abdya. Bahkan kualitas tenaga guru pun di sekolah tersebut kreatif dan semua sudah terampil.

Ia bahkan menuturkan, untuk mengatasi persoalan kurangnya minat orang tua membawa anaknya bersekolah di SDN 2 Susoh itu, pihaknya dan komite wali murid mengaku sudah melakukan berbagai macam cara dan upaya.

Termasuk mengumpulkan uang swadaya dari gaji sertifikasi masing-masing guru setiap bulannya. Uang itu kata Lismawarni digunakan untuk membeli baju seragam bagi siswa baru sebagai wujud partisipasi guru menarik minat orang tua agar mau menyekolahkan anaknya ke SDN 2 Susoh.

Kendati telah dilakukan demikian, jumlah siswa masih saja terlalu kecil. Namun, selaku Kepsek ia merasa bersyukur karena masih ada orang tua yang mau mendaftarkan anaknya, meski hanya 3 orang siswa di tahun lalu.

Akan tetapi, dia merasa khawatir jika tahun depan jumlah siswa akan menurun lagi, dan mungkin bisa jadi nol siswa. Ketika diminta tanggapannya perihal itu, sekolah akan teracam ditutup?, ia merespon tergantung kebijakan pemerintah.

"Beberapa tahun lalu memang dicanangkan sekolah akan tutup, tapi Alhamdulillah sampai saat ini sekolah tidak tutup. Kedepan kita tidak tau bagaimana kebijakan pemerintah," tutur dia.

Sistem zonasi sudah diberlakukan sejak tahun 2018. Menurut dia, apabila sistem zonasi itu benar-benar serius diterapkan di sekolah maka hal itu tidak akan terjadi. Dan sistem zonasi itu efektif jika dilakukan pada aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

"Jika melebihi zonasinya jangan diterima di Dapodik. Apabila ini memang betul-betul diaplikasikan langsung di sekolah, mungkin itu baru berhasil," pungkasnya.

jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI