Jangan Sembarangan Lepas Ternak di Kuta Bahagia Abdya, Denda Rp200 Ribu dan Lelang Depan Umum Menanti

Jangan Sembarangan Lepas Ternak di Kuta Bahagia Abdya, Denda Rp200 Ribu dan Lelang Depan Umum Menanti(Antaranews.com)
Ilustrasi

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Pemerintah Gampong (Desa) Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) menerbitkan aturan tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak di wilayah desa setempat.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Keuchik Nomor: 205/Kep/KTB/IX-2021 dan ditandatangani oleh Pj Keuchik, Ketua Tuha Peut, Imum Chik Gampong, para Kepala Dusun dan Ketua Pemuda.

"Peraturan penertiban dan pemeliharaan hewan ternak kita keluarkan berdasarkan rapat bersama masyarakat dan forum komunikasi pimpinan gampong pada bulan lalu," ungkap Pj Keuchik (Kades) Kuta Bahagia, Muhammad Nasir, Minggu (31/10/2021) kemarin.

Nasir mengatakan, keputusan itu dilatarbelakangi karena maraknya hewan ternak liar yang hulu lalang di Kuta Bahagia, sehingga sangat menganggu ketertiban masyarakat umum.

"Keputusan ini kita ambil atas keputusan bersama demi menciptakan ketertiban umum, ketentraman, kebersihan dan keindahan lingkungan, serta juga menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ujarnya.

Dalam surat keputusan itu, disebutkan bagi pemilik ternak dilarang melepaskan dan mengembalakan hewan ternaknya di lokasi penghijauan, kebun dan sawah pertanian masyarakat.

Hewan ternak juga dilarang berkeliaran dalam wilayah desa, jalan umum dan atau tempat umum yang dapat menggangu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.

"Kemudian, setiap orang yang memelihara hewan ternak juga wajib harus memiliki kandang," tambah Nasir.

Ia melanjutkan, sesuai isi surat keputusan itu juga, apabila ditemukan ternak berkeliaran di lokasi atau tempat yang dilarang tersebut, maka akan ditangkap dan dikurung atau ditahan oleh pemuda desa Kuta Bahagia.

"Penahanan ternak dilakukan paling lama 1x24 jam terhitung sejak penangkapan," sebutnya.

Nasir menjelaskan, ternak yang ditangkap dan dikurung/ditahan dapat diambil kembali oleh pemilik dengan syarat membawa surat keterangan kepemilikan ternak dari Keuchik dan membayar denda tebusan sebesar Rp 200 ribu.

Selanjutnya, dalam batas waktu yang ditentukan pemilik tidak mengambil atau menebus ternaknya itu, maka Pemerintah Desa Kuta Bahagia dapat menjualnya melalui proses lelang terbuka untuk umum sesuai ketentuan berlaku.

"Hasil pelelangan setelah memperhitungkan biaya penangkapan, penjagaan atau pemeliharaan ditambah biaya pelelangan sesuai ketentuan, dan sisanya dikembalikan kepada pemilik ternak," terangnya.

Petikan surat keputusan keuchik itu dikeluarkan tanggal 16 September 2021 itu, juga disampaikan kepada Bupati Abdya, Kapolres, Dandim, Kajari, Camat, Kapolsek dan Danramil Blangpidie.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Tuha Peut Gampong Kuta Bahagia, Idris. Ia mengatakan, peraturan tentang hewan ternak itu mendesak dikeluarkan mengingat saran dan masukkan dari masyarakat.

"Selama ini banyak tanaman kebun dan padi sawah milik masyarakat yang dimakan hewan ternak," tuturnya.

Apabila hal itu terus dibiarkan, sambung Idris, maka akan menyebabkan konflik horizontal di tengah masyarakat dan memakan korban.

Selain itu, kawanan ternak liar juga menyerobot jalan desa secara serampangan dan menggangu pengguna jalan. Kemudian, hewan ternak itu pun juga sering bermalam di jalan desa.

"Harapan kita bagi pemilik hewan ternak, setelah dikeluarkan surat keputusan desa ini, mohon untuk menjaga hewan ternaknya baik kerbau, sapi dan kambing. Sebab, hewan ternak adalah hewan piaraan bukan hewan liar," pungkasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah