Breaking News

Jaksa Tambah Satu Tersangka Lagi Kasus Jembatan Pangwa

Jaksa Tambah Satu Tersangka Lagi Kasus Jembatan Pangwa
Penyidik Kejari Pidie Jaya menahan tersangka dugaan korupsi proyek Jembatan Pangwa

BANDA ACEH,  ACEHPORTAL.com - Jaksa penyidik Kejari Pidie Jaya kembali menetapkan seorang tersangka lagi dalam kasus dugaan korupsi Jembatan Pangwa Pidie Jaya.

Adapun penambahan tersangka adalah PPTK Rekontruksi jembatan Pangwa T.A 2017 -2018 pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh dengan inisial TRA.

Jadi total keseluruhan tersangka yang diduga terlibat dalam kasus rasuah proyek Jembatan Pangwa berjumlah empat orang.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya Mukhzan, SH.MH yang turut di dampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Wahyu Ibrahim, SH.MH kepada wartawan menjelaskan, penahanan tersangka PPTK BPBA tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh tim Tipikor Kejati Aceh dan tim Pidsus Kejari Pijay di Kantor BPBA di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

“Dari hasil penggeledahan kami lakukan dan menemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Pangwa,” ujar Muhkzan.

Sebelum dibawa ke Rutan Kajhu,  terhadap TRA dilakukan 
Pemeriksaan kesehatan Rapid test oleh petugas medis, yang selanjutnya atas tersangka di laksanakan penahanan di rumah tahanan kelas B Kajhu Aceh Besar untuk 20 (dua puluh) hari kedepan.

Penetapan tersangka tambahan dan pelaksanaan penahanan  terhadap PPTK Rekontruksi jembatan Pangwa T.A 2017 -2018 pada Badan  Penanggulangan Bencana Aceh dengan inisial TRA dalam sangkaan dan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi pada paket pekerjaan Rekontruksi/ pembangunan jambatan pangwa kec. Tringgadeng Kab. Pidie Jaya pasca bencana TA 2017-2018.

Sudah Ditetapkan 3 Tersangka

Sebelumnya, tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan rekontruksi atau pembangunan Jembatan Pangwa di Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya pasca bencana gempa Pidie Jaya tahun 2016 pada Badan penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Tahun anggaran 2017- 2018 sebesar Rp.11.217.385.000.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Kejari Pidie Jaya langsung melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka. Mereka adalah MAH (Direktur PT Zarnita Abadi), AZH ( Konsultan Pengawas) dan MUR (Direktur PT Trikarya Pratama Consultant)," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi, Selasa (23/2/2021) lalu.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam pidana Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Perbuatan para tersangka berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.049.766.589," kata Munawal.

Rubrik:Daerah, Hukum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI