Breaking News

Jaksa Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi Dana Desa Gampong Alue Buket Lhoksukon

Jaksa Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi Dana Desa Gampong Alue Buket Lhoksukon
Ilustrasi

LHOKSUKON, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penuntut Umum pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Aceh Utara memeriksa empat orang saksi dari Unsur Desa dan Dinas DPMPPKB Aceh Utara serta DPKAD Aceh Utara terkait dengan penggunaan Dana Desa Gampong Alue Bukit Tahun 2017 pada sidang Perkara Tindak Pidana Korupsi di Banda Aceh.

Kasi Intel Kejari Aceh Utara, Juliadi Lingga mengungkapkan, saksi yang diperiksa antara lain LH selaku Kepala Bidang pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Utara dan SR selaku Kepala Bidang pada Dinas Pendapatan, Kekayaan dan Aset Daerah Kabupaten Aceh Utara.

"Kemudian dua saksi lainnya yakni MH selaku Seksetaris Desa pada Desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017 serta IK Kepala Urusan Pembangunan pada Desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017," katanya Kamis (6/5/2021).

Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap Pengelolaan Dana Desa pada Gampong Alue Buket Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.

Naiknya perkara Tindak Pidana Korupsi tersebut ke Pengadilan Tipikor, sambung Kasi Intel, merupakan bentuk supporting data dari bidang Intelijen ke bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Aceh Utara yang menemukan peristiwa Tindak Pidana Korupsi yang selanjutnya dilakukan penyidikan dan penuntutan oleh Jaksa Penuntut pada Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

"Untuk mendapatkan hak-haknya selama proses persidangan di pengadilan terdakwa didampingi oleh lima orang penasihat hukum atas nama Muzakkir dan kawan-kawan," katanya lagi.

Pelaksanaan persidangan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim serta Pelaksanaan Sidang tersebunt menggunakan mekanisme Daring (Online).

"Dimana yang melaksanakan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh diantaranya Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum, sementara terdakwa bersama penasihat hukumnya mengikuti persidangan di LP Lhoksukon," jelasnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, Hukum