Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI dan PT AMU

Jaksa Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI dan PT AMU

Jaksa Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI dan PT AMU

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Hari ini, Senin (21/6/2021), Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung kembali memeriksa 14 saksi terkait kasus korupsi PT ASABRI dan PT AMU.

Dua belas orang diantaranya merupakan pemilik Single Investor Identification (SID) atau nomor tunggal identitas investor serta pengurus perusahaan sekuritas yang terkait dengan kasus PT ASABRI, sementara dua lainnya adalah mantan pejabat PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak pun merincikan belasan orang saksi yang diperiksa tersebut.

Mereka adalah S selaku pribadi (IRT), ERS selaku pribadi (IRT), AN selaku pribadi (Wiraswasta), H selaku pribadi (Wiraswasta), NAP selaku pribadi (Freelance EO), K selaku pribadi (IRT), NRI selaku pribadi (IRT) serta MPA selaku pribadi (IRT) yang diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

"Selanjutnya pengurus perusahaan sekuritas terkait kasus PT ASABRI yang diperiksa adalah DJ selaku Direktur Utama PT Minapadi Investama Sekuritas, HHK selaku Direktur Utama PT Panca Global Sekuritas, M selaku Direktur Utama PT BNC Sekuritas Indonesia dan CK selaku Deputi Head Equity Brokeage PT Mega Capital Sekuritas, mereka diperiksa terkait pendalaman broker PT ASABRI," ungkapnya.

*Dua Mantan Pejabat PT AMU Juga Diperiksa

Kemudian, dua mantan pejabat PT AMU yang diperiksa terkait korupsi dalam pengelolaan keuangan perusahaan tersebut tahun anggaran 2016 hingga 2019 adalah WW selaku Mantan Direktur Pemasaran Periode Tahun 2015 hingga 2019 dan PIS selaku Mantan Kepala Divisi Keuangan, SDM dan Pajak Periode 2019 hingga 2021

"Saksi WW diperiksa terkait keuangan, pendapatan komisi dan pengeluaran biaya komisi PT AMU, sementara saksi PIS diperiksa terkait penerimaan dan pendapatan komisi serta biaya operasional PT AMU," katanya.

Pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang perkara yang dimaksud.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambah Kapuspenkum, Leonard Eben Ezer.