Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI, Bantuan Dana KONI dan PT AMU

Jaksa Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Bantuan Dana KONI dan PT AMU

Jaksa Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Bantuan Dana KONI dan PT AMU

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa tiga belas orang saksi terkait kasus korupsi PT ASABRI, Bantuan Dana KONI Pusat pada Kemenpora Tahun Anggaran 2017 serta kasus korupsi PT Askrindo Mitra Utama (AMU), Senin (14/6/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, dari jumlah tersebut sebanyak sepuluh orang saksi diperiksa terkait kasus korupsi PT ASABRI.

Mereka yang diperiksa yakni TWS selaku Wiraswasta yang diperiksa terkait klarifikasi blokir saham, DL selaku Karyawan Swasta yang diperiksa terkait klarifikasi blokir saham, HG selaku Wiraswasta yang diperiksa terkait klarifikasi blokir saham, ATTR selaku Karyawan PT Rimo Internasional Lestari, Tbk yang diperiksa terkait aset milik Tersangka BTS serta V selaku Ibu Rumah Tangga yang diperiksa terkait klarifikasi blokir saham.

"Kemudian saksi KHC selaku Direktur PT Surya Interindo Makmur yang diperiksa terkait klarifikasi blokir saham, SO selaku Staf PT Andalan Tekno Korindo yang diperiksa terkait aset milik Tersangka BTS, BS selaku Associate Director PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia yang diperiksa terkait broker PT ASABRI serta JCH selaku Direktur PT Nusa Puri Nirada yang diperiksa terkait perusahaan yang terafiliasi dengan Tersangka HH dan WM selaku Direktur Ricobana Abadi yang diperiksa terkait perusahaan yang terafiliasi dengan Tersangka HH," ujarnya.

Sementara, tiga saksi lainnya diperiksa terkait kasus korupsi Bantuan Dana KONI Pusat pada Kemenpora Tahun Anggaran 2017 dan kasus korupsi PT AMU.

"Mereka adalah MF selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu Satlak Prima Tahun 2017 yang diperiksa mengenai klarifikasi BPK terhadap atlet-atlet yang menerima dana pemerintah terkait dana KONI pada anggara Kemenpora RI dan T selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Teknis pada Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional yang diperiksa mengenai klarifikasi BPK terhadap atlet-atlet yang menerima dana pemerintah terkait dana KONI pada anggara Kemenpora RI, serta AP selaku Kepala Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) PT Askrindo yang diperiksa terkait audit PT AMU," jelas Kapuspenkum.

Pemeriksaan saksi ini, sambung Leo, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan perkara yang dimaksud menemukan fakta hukumnya.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambah Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (*)