Breaking News

Kejari Aceh Singkil Eksekusi Terdakwa Korupsi RTLH Dinsosnaker Aceh Singkil

Kejari Aceh Singkil Eksekusi Terdakwa Korupsi RTLH Dinsosnaker Aceh Singkil
Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil mengeksekusi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Kamis (1/7/2021). (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil mengeksekusi terdakwa kasus korupsi RTLH pada Dinsosnaker Aceh Singkil sesuai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Kamis (1/7/2021).

Kasus tersebut menjerat masing-masing terdakwa yakni JD (mantan Kadinsosnaker), TR (PPTK) serta terdakwa RS (Bendahara).

Dalam putusan hakim, ketiga terdakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhi hukuman penjara terhadap masing-masing terdakwa. Terdakwa JD dihukum satu tahun dua bulan pidana penjara, terdakwa TR dihukum dua tahun penjara dan RS dihukum dua tahun penjara.

Sementara, para terdakwa pun diputuskan untuk wajib membayar denda masing dibebani sebesar Rp 50 juta.

Namun untuk uang penganti, terdakwa JD dibebani sebesar Rp 7.677.128, terdakwa TR sebesar Rp 27.613.128 dan terdakwa RS sebesar Rp 47.613.128,

Para terdakwa sempat mengatakan untuk pikir-pikir terhadap putusan yang telah dibacakan oleh majelis hakim, namun tidak melakukan banding.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini melalui Kasi Pidsus, Delfiandi mengungkapkan, putusan hakim Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Singkil langsung melakukan eksekusi pidana penjara terhadap masing-masing terdakwa," ungkap Delfiandi.

Delfiandi juga mengatakan, dalam kegiatan itu para terdakwa melalui istrinya. Dimana, terdakwa JD melalui istrinya membayarkan uang pengganti sebesar Rp 7,6 juta dan belum membayar denda sebesar Rp 50 juta.

"Untuk terdakwa TR juga melalui istrinya sudah dibayar uang pengganti sebesar Rp 27,6 juta beserta denda Rp 50 juta," kata Kasi Pidsus.

Kemudian, tambah Delfiandi, untuk terdakwa RS tidak membayar denda beserta dengan uang pengganti.

"Karena dia menjalani berapa hukuman yang diputus oleh majelis hakim Tipikor Banda Aceh," ujar Delfiandi.

Saat disinggung terkait sebelumnya yang menyatakan terdakwa akan pikir-pikir untuk melakukan banding, Delfiandi, menyampaikan bahwa mereka tidak melakukan banding.

"Mereka menerima terhadap putusan yang telah ditetapkan, makanya mereka sudah terima, kita pun terima, makanya kita eksekusi," pungkas Delfiandi.

Editor:
Rubrik:Hukum