Breaking News

Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya Intelijen untuk Optimalkan Fungsi Deteksi Dini

Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya Intelijen untuk Optimalkan Fungsi Deteksi Dini
Jaksa Agung RI, Burhanuddin saat menyampaikan arahannya secara virtual. (Ist)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Saat kunjungan kerja virtual keempat tahun ini dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/5/2021), Jaksa Agung RI, Burhanuddin memerintahkan jajaran intelijen untuk mengoptimalkan fungsi deteksi dini.

Hal ini dikarenakan adanya peningkatan ekskalasi aktivitas tindakan teror baik yang mengatasnamakan agama maupun tindak sparatisme yang merebak akhir-akhir ini.

"Gunakan semua sumber daya guna memperkirakan segala potensi AGHT yang ada, sampaikan informasi sekecil apapun kepada pimpinan karena hal tersebut bermanfaat dalam menentukan langkah pimpinan selanjutnya," tegasnya.

Selain itu, dirinya meminta agar setiap jajaran intelijen melakukan pemetaan terhadap pemberitaan di media massa dan sosial media terhadap berita hoax maupun fake news yang mendiskreditkan dan menurunkan citra Kejaksaan.

Jaksa Agung RI juga meminta untuk mengiatkan fungsi PAKEM secara intensif gunakan kewenangan di bidang pengawasan aliran kepercayaan yang dimiliki dengan cara turun langsung ke lapangan, cermati setiap aktivitas yang berpotensi mengandung paham radikalisme serta jalin komunikasi secara intesif dengan para tokoh lintas agama.

"Pastikan setiap kegiatan aliran kepercayaan tersebut tidak disisipi pemahaman terorisme dan radikalisme yang dapat membahayakan ketertiban dan keamanan," katanya.

*Penyampaian Jaksa Agung Terkait Penanganan Perkara

Mengenai penanganan perkara pelanggaran protokol kesehatan, khususnya yang berkenaan dengan tindak pidana yang terjadi di Bandara Kualanamu di Deli Serdang dan Bandara Soekarno Hatta serta tidak menutup kemungkinan terjadi di daerah lain, guna melindungi keselamatan masyarakat serta untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku tindak pidana, Jaksa Agung RI memerintahkan kepada Kejati Sumatera Utara dan Kejati Banten untuk memberikan atensi penuh dalam melakukan penanganan perkara secara cermat, profesional dan terukur serta menerapkan tuntutan maksimal.

Selanjutnya, terkait penanganan perkara di bidang tindak pidana khusus, Burhanuddin menekankan untuk dioptimalisasi bukan ditargetkan, sehingga dalam hal ini lebih ditekankan kualitas penanganan dan jangan mengangkat kasus dengan serampangan. 

Jaksa Agung berharap di bidang pidana khusus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang batasan waktu lamanya masa penanganan penyidikan, sehingga diharapkan setiap perkara yang akan dinaikan ke tahap penyidikan benar-benar telah diperhitungkan kecukupan alat buktinya. Dengan demikian, kualitas penanganan perkara dapat ditingkatkan dan potensi perkara mangkrak dapat dihindari. 

"Ingat, kualitas penanganan perkara juga dinilai dari kecepatan penanganan perkara. Saya akan minta pertanggung jawaban profesionalitas para Kajati dan Kajari sebagai jaksa dalam setiap penyelesaian perkara untuk melakukan penyelidikan dan peyidikan secara optimal, profesional dan proporsional," ungkapnya. (*)

Editor:
Rubrik:Nasional