Jaksa Agung Ingatkan Kajati dan Kajari beserta Jajaran Cegah Perilaku Koruptif

Jaksa Agung Ingatkan Kajati dan Kajari beserta Jajaran Cegah Perilaku Koruptif
Jaksa Agung RI, Burhanuddin. (Ist)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Guna mencegah perilaku koruptif, khususnya pada saat rangkaian perayaan hari besar keagamaan dan menjaga marwah institusi, Jaksa Agung RI, Burhanuddin menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia untuk menghilangkan kebiasan-kebiasan yang dapat mencoreng nama baik pribadi, keluarga dan institusi yaitu dengan cara menolak dan menghindari segala pemberian yang mengarah ke tindakan suap dan pemerasan (no bribery).

Ia juga meminta seluruh jajaran untuk menolak komisi atau tanda terima kasih baik dalam bentuk uang maupun barang lainnya (no kickback), menolak dan atau menghindari pemberian hadiah yang berkaitan dengan kewenangan serta bertentangan dengan peraturan dan ketentuan baik dilakukan oleh pribadi pegawai maupun yang melibatkan keluarga atau kolega (no gift) serta menolak dan menghindari fasilitas mewah yang berlebihan (no luxurious hospitality).

Hal ini ditegaskan saat kunjungan kerja keempat tahun 2021 secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Jaksa Agung RI menegaskan kepada seluruh aparatur Kejaksaan Republik Indonesia agar jangan menyalahgunakan kewenangannya atau kedudukannya maupun mengajak, melibatkan ataupun menyuruh saudara, kolega dan kerabat untuk meminta proyek atau fasilitas tertentu kepada Pemerintah Daerah di wilayah hukumnya.

"Kepada para Kajati, para Kajari apabila ada yang mengaku teman saya, saudara saya atau kerabat saya atau yang mengatas namakan Jaksa Agung meminta proyek pada pemerintah daerah atau instansi lain jangan dipercaya karena itu adalah pembohongan dan saya tidak akan mentolerir perbuatan tersebut. Hal ini agar disampaikan pada pimpinan unit kerja di pemerintah daerah atau unit kerja pusat yang ada di daerah agar menolak permintaan itu, bila perlu tangkap. Ini perintah saya!," tegasnya.

Guna menutup potensi-potensi itu, dirinya juga menginstruksikan kepada jajaran Satgas 53 untuk melaksanakan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan ataupun perbuatan tercela lainnya yang dipandang akan merusak citra dan wibawa Kejaksaan Republik Indonesia. 

*Peringatan Jaksa Agung Terkait Pengggunaan Medsos dan Hibah

Berkenaan dengan penggunaan sosial media, Burhanuddin mengingatkan jajarannya untuk mengunakan media sosial secara baik agar tetap mengedepankan kedewasaan dan etika.

Hal ini dikarenakan media sosial merupakan dunia tanpa batas, sehingga konten yang diposting dapat dilihat oleh orang banyak. Untuk itu, hindari memposting hal-hal yang memamerkan kemewahan atau gaya hidup hedonis, menyinggung SARA, menyerang pribadi orang lain dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.

"Teknologi dalam hal ini harus menjadi instrumen yang bermanfaat bagi segenap aparat dan keluarga Kejaksaan RI.

Terkait dengan hibah, Jaksa Agung juga mengingatkan untuk mempedomani Surat Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: B-138/A/Cr.1/09/2011 tanggal 21 September 2011 perihal Hibah dari Penerimaan Daerah yaitu mengenai larangan menerima hibah bentuk uang dan mematuhi aturan tersebut masih efektif berlaku.

Sebab, hal tersebut akan sangat berpengaruh dengan laporan pertanggungjawaban keuangan instansi Kejaksaan RI.

"Akuntabilitas pengelolaan keuangan saudara juga berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan (opini BPK). Pertahankan opini WTP yang telah diraih," katanya.

Kepada seluruh Insan Adhyaksa, ia juga meminta untuk memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Jaksa Agung ke-4 R Soeprapto sebagai pahlawan nasional atas kontribusinya yang luar biasa selama sebagai seorang Jaksa Agung RI. 

Menurutnya, jajaran Kejaksaan RI patut meneladani nilai-nilai keteladanan Jaksa Agung ke-4 R Soeprapto yaitu kejujuran, keteguhan, kesederhanaan dan keberanian serta kesempurnaan dalam bertugas.

"Beliau merupakan cerminan pribadi yang berlandaskan Tri Krama Adhyaksa yang telah mewarnai penegakan hukum di Indonesia, kiprah beliau sebagai Jaksa Agung telah memberikan warna tersendiri," jelas Burhanuddin. 

Jaksa Agung RI tidak ingin ketokohan, keteladanan serta jasa-jasa Jaksa Agung ke-4 R Soeprapto dilupakan oleh bangsa ini, bahkan para jaksa muda pun sepertinya tidak mengetahui kiprah beliau.

"Oleh karena itu sebagai Jaksa Agung RI, saya merasa bertanggungjawab untuk mengenalkan dan menanamkan kembali nilai-nilai yang beliau tinggalkan kepada seluruh Jaksa muda sebagai generasi penerus di institusi ini," katanya lagi.

Jaksa Agung RI berharap dengan menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional sehingga dapat dijadikan sebagai role model seorang tokoh jaksa ideal yang dapat ditiru dan diikuti sikap perilakunya dalam meniti karier sebagai seorang jaksa.

Oleh karena itu, Jaksa Agung RI mengusulkan kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI untuk membuat materi bahan ajar diklat terkait dengan sejarah dan wawasan kejaksaan, sehingga para Insan Adhyaksa Muda mengetahui dimana ia bekerja dan bagaimana sepatutnya ia bersikap dalam melaksanakan tugasnya yang berlandaskan doktrin Tri Krama Adhyaksa. (*)