Istilahkan "WTS" kepada Wartawan Tanpa Surat Kabar, Oknum Guru di Aceh Selatan Terancam Dipolisikan

Istilahkan "WTS" kepada Wartawan Tanpa Surat Kabar, Oknum Guru di Aceh Selatan Terancam Dipolisikan
Ilustrasi

TAPAKTUAN, ACEHPORTAL.com - Para awak media di Aceh Selatan digegerkan oleh pernyataan istilah WTS untuk awak media yang tidak memiliki surat kabar oleh salah seorang oknum guru SD di kabupaten tersebut.

Istilah itu diketahui melalui sebuah rekaman pembicaraan terkait klarifikasi awak media terkait kekisruhan dugaan arogansi oknum kepala sekolah SD yang disinyalir telah memberhentikan seorang tenaga guru yang selama ini bertugas sebagai operator sekolah.

Persoalan tersebut bergulir hingga menyeret nama Koordinator LSM Libas dengan mengistilahkannya sebagai "WTS" yang menurutnya singkatan dari Wartawan Tanpa Surat Kabar.

"Guru berinisial R alias NN ini diduga telah mencemarkan nama baik LSM Libas dan menghina profesi wartawan, bahkan merendahkan martabat wartawan yang hendak menjumpainya atas arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Selatan," ucap Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (23/9/2021).

Parahnya lagi, menurutnya dalam rekaman tersebut sosok R bercerita bahwa wartawan yang menjumpainya untuk meminta konfirmasi atas pemberitaan sebelumnya berhasil dibungkam setelah dirinya menelpon Sekda Aceh Selatan. 

Lalu, ia mengaku kalau dirinya punya semua nomor telepon pejabat di Aceh Selatan, baik Dandim, Kapolres hanya nomor Tuhan yang tak ada dalam usaha mengeklusifkan dirinya kepada wartawan tersebut.

"Para wartawan di Aceh Selatan merasa dilecehkan dan mengambil sikap akan melaporkan R ke pihak kepolisian jika yang bersangkutan tidak segera mengklarifikasi dan meminta maaf," tegasnya.

R atau NN disebut-sebut merupakan Wakil Kepala Sekolah SD. Dalam rekaman itu ia juga bercerita bahwa Kadis sempat mengancam salah seorang guru lainnya di SD itu karena dirasa terlalu ikut campur terkait pemberhentian operator di sekolah tersebut.

Namun hingga saat ini, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan enggan berkomentar walau isu tersebut semakin santer dibicarakan oleh publik di Aceh Selatan.

Editor:
Rubrik:Daerah