Breaking News

Iskandar Usman Minta Pemerintah Segera Tanggapi Soal Kelangkaan Solar dan Nasib Segmen I Peureulak-Lokop

Iskandar Usman Minta Pemerintah Segera Tanggapi Soal Kelangkaan Solar dan Nasib Segmen I Peureulak-Lokop
Iskandar Usman Al-Farlaky

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan 3 hal dalam sidang paripurna DPR Aceh, yang berlangsung Jumat (22/10/2021) siang, dengan agenda penyampaian KUA/PPAS 2022 di ruang Serbaguna DPR Aceh. Sidang itu dipimpin langsung Ketua DPR Aceh Dahlan Djamaluddin. 

Iskandar yang diberikan kesempatan kedua setelah interupsi langsung menyampaikan 3 hal di depan Sekda Taqwallah yang hadir mewakili Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Al-Farlaky mengatakan, ke-3 hal itu adalah soal kelangkaan BBM jenis solar sehingga membuat antrian panjang di sejumlah SPBU. Kemudian soal nasib segmen 1 jalan MYC Peureulak-Lokop, dan mekanisme pembahasan KUA/PPAS. 

Menurut mantan Ketua Fraksi PA ini, pembahasan KUA/PPAS nantinya tidak lah sakloek/kaku, sebab DPR Aceh bukan tukang stempel eksekutif. Namun akan ada pembahasan dan memungkinkan adanya perubahan sesuai aturan, bahkan bisa dilakukan meski diluar RKPD, dengan catatan ada berita acara antara gubernur dan ketua DPRD. "Ini sesuai Permendagri nomor 86 tahun 2017 pada pasal 343 ayat 2," kata Iskandar. 

Selain itu, Iskandar juga menyampaikan soal kelangkaan minyak solar di sejumlah SPBU yang mengakibatkan antrian panjang sehingga berujung kemacetan. Dia meyinggung Pertamina tidak becus dan Pemerintah Aceh lalai melakukan pengawasan. 

"Kita minta ini diawasi oleh dinas terkait. Apa sebenarnya yang terjadi. Selain itu, nelayan juga sangat sulit mendapatkan BBM jenis solar ini," tegasnya. 

Al-Farlaky juga kembali mempertanyakan nasib kelanjutan segmen 1 proyek jalan MYC Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues, yang sampai kini belum ada tanda-tanda dikerjakan. 

"Jangan ada kepetingan sehingga rakyat dikorbankan, rakyat menjerit di sana. Gajah yang berkelahi, rakyat dikorbankan. Mobil sawit terbalik. Barang jadi mahal di sana," teriak Iskandar geram. 

Dia juga mengultimatum Pemerintah Aceh jika tidak segera merespon, pihaknya akan bergerak bersama geuchik dan rakyat mendemo kantor gubernur. "Ini akan menjadi perhatian kami yang di dapil Aceh Timur. Saya tegaskan, jangan hanya janji. Mana komitmennya Pemerintah Aceh," pungkasnya. 

Rubrik:DPRA