Breaking News

BPMA Keluarkan Izin Flaring Sumur AS-11

Insiden Keracunan Gas di Aceh Timur, DPRA Panggil Medco Malaka dan BPMA 

Insiden Keracunan Gas di Aceh Timur, DPRA Panggil Medco Malaka dan BPMA 
Komisi III memanggil pejabat PT Medco Malaka dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terkait insiden keracunan gas di Blok A Aceh Timur

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh melalui Komisi III memanggil pejabat PT Medco Malaka dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terkait insiden keracunan gas di Blok A Aceh Timur beberapa hari lalu. 

Ketua Komisi III Khairil Syahrial dalam pertemuan dengan pejabat PT Medco dan BPMA meminta kepada perusahaan tersebut untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

Khairil juga meminta perusahaan Medco Malaka untuk lebih profesional dan menerapkan prinsip kehati -hatian dalam bekerja.

"Jangan sampai kasus seperti Lumpur Lapindo terjadi di Aceh, semoga kita dijauhkan dari bencana tersebut," ujar Khairil yang turut didampingi Wakil Ketua Komisi III Zaenal Abidin, Sekretaris Hendriyono dan anggota Komisi III lainnya. 

Dalam pertemuan dengan DPRA terungkap bahwa izin diberikan oleh BPMA kepada Medco Malaka untuk Flaring sumur gas di sumur AS-11 di Blok A, Aceh Timur.

Ketua Komisi III meminta BPMA agar lebih selektif memberikan izin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemungkinan hal terburuk atau risiko kegagalan. 

"Karena kejadian serupa sudah terjadi dua kali yang pertama pada pertengahan Mei 2019 lalu, di Kecamatan Indra Makmue, Aceh Timur dan kali kedua pada (9/4/2021) pagi, sebanyak 19 warga Panton Rayeuk, di Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur dilaporkan keracunan akibat tercium aroma bau busuk yang diduga berasal dari bocoran gas PT Medco, akibatnya, warga mengalami pusing dan muntah-muntah hingga harus dirujuk ke Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Idi Rayeuk serta RSUD Zainoel Abidin." terang Khairil menambahkan. 

Jawaban PT Medco dan BPMA kepada DPRA

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT Medco E&P Malaka (Medco Malaka) memaparkan hasil penanganan teknis dan non teknis kejadian bau gas yang diduga berasal dari asap suar kegiatan perawatan sumur AS-11 di Blok A, Aceh Timur kepada DPR Aceh di Banda Aceh, Senin (19/4). 

BPMA dalam rapat ini menyampaikan penanganan kejadian selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan asyarakat dan lingkungan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Medco Malaka. 

Pada rapat ini, BPMA bersama Medco Malaka juga menyampaikan hasil survei pemantauan gas di lokasi sumur AS-11, AS-9A, AS-12 dan area pemukiman Desa Panton Rayeuk T dan sekitarnya oleh Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur bersama Medco Malaka.

Hasil pengukuran kualitas udara di desa tersebut pada Senin (12/4), tidak ditemukan bau gas dan parameter SO2, H2S, dan CH4 di udara terbaca NOL atau normal. Mengacu hasil ini, Warga Desa telah kembali ke rumah pada Rabu pagi (14/4). 

Sementara itu, saat ini tim independen dari Universitas Syiah Kuala tengah diturunkan untuk terus melakukan pengkajian kualitas udara di area operasi Medco Malaka dan pemukiman masyarakat sekitarnya. 

Pada proses penanganan warga terdampak, Medco Malaka menyalurkan kebutuhan logistik, pemberian dana kompensasi tidak dapat bekerja, kebutuhan perayaan meugang, mendampingi dan menanggung biaya perawa an warga di rumah sakit. 

“Saat ini, Perusahaan terus memonitor kondisi sekitar area operasi dan mend 'rikan pusat penerimaan keluhan warga. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak dan juga terus berkoordinasi dengan Aparat di Aceh dan Aceh Timur,” ujar General Manager Medco E&P Malaka Susanto. 

Sejak pertama kali laporan diterima, BPMA terus memonitor dan memberikan arahan kepada Medco dan meng rimkan perwakilan untuk berkoordinasi langsung di lapangan. 

“BPMA akan terus memastikan dan memonitor proses pengkajian kejadian ini bersama pihak independen dan instansi terkait lainnya,” ujar Kepala BP Teuku Muhammad Faisal. 

Rubrik:DPRA
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues