Ini Kata Pemerintah Pakpak Bharat Sumut Soal Potensi Pulau Banyak Aceh Singkil

Ini Kata Pemerintah Pakpak Bharat Sumut Soal Potensi Pulau Banyak Aceh SingkilZulkarnain/ACEHPORTAL.com)
Bupati Pakpak Bharat, Frans Bernhard Tumanggor di destinasi wisata Nago Resort milik BUMDes Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat.

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Phakpak Bharat Sumatera Utara (Sumut) berkunjung ke Aceh Singkil Aceh tepatnya di Kepulauan Banyak, sejak Sabtu (21/8/2021) kemarin.

Kunjungan itu terkait untuk percepatan penyambutan Investor Uni Emirate Arab (UEA) perusahaan yang akan menanamkan investasi nya sebesar USD 500 juta atau setara Rp 7,19 triliun di Aceh, tepatnya di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Pantauan ACEHPORTAL.com, kunjungan itu dilakukan atas perintah Menko Marves RI, Luhut Binsar Panjaitan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Frans Bernhard Tumanggor didampingi Wakil Ketua DPRD Pakpak Bharat, Elson Angkat, Anggota DPRD, Lukman Padang, Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat, Sahat Banureas, Asisten Pemerintahan, Tekki Angkat, Asisten Pembangunan dan Umum, Supardi Padang serta Kadis Perkim, Maringan Bancin. 

Kemudian, juga hadir Kadis PU, Augusman Padang, Kepala Bappeda, Jalan Berutu, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Syawaludin Solin, Kabid Mutasi BKD, Mike Ujung serta Ketua TP PKK, Juniatry Sirait dan Camat Kerajaan Phakpak Bharat, Febri Boangmanalu.

Rombongan itu langsung dikoordinir oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Kaldum serta didampingi Asisten II, Muzni, Kadis PUPR Erwinsyah Putra dan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Aceh Singkil, Abdul Rahman serta Camat Pulau Banyak, Murklis dan Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi untuk berkeliling melihat pulau-pulau di Kepulauan Banyak.

Dikonfirmasi, tepatnya di destinasi wisata Nago Resort milik BUMDes Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Bupati Pakpak Bharat, Frans Bernhard Tumanggor mengatakan bahwa saat ini pihak Pemkab Pakpak Bharat sedang mengunjungi lokasi pariwisata di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil

"Harapan kami dari Pemkab Pakpak Bharat dengan Pemkab Aceh Singkil berupaya untuk mendorong investasi yang dari Dubai itu masuk ke Aceh Singkil," ujarnya Minggu (22/8/2021) kemarin.

"Makanya kita berupaya untuk mencek bagaimana kedepan dan juga butuh kerjasama dan koordinasi yang sangat saling mendukung supaya ini terjadi, Kepulaun Banyak ini indahnya setengah mampus, keren bisa dibilang, mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud, Singkil mantap," sebutnya.

Berhubung sudah dua hari di Kepulauan Banyak mulai dari Pulau Panjang, Pulau Balai, Frans Bernhard Tumanggor juga mengungkapkan pendapatnya terkait Pulau Banyak.

"Ini kayak apa, ibaratnya maldifnya Sumatera, jadi ini harus benar-benar kita ekspose, benar-benar harus kita kembangkan dan dipromosikan. Apalagi Singkil ini benar-benar mantap dan pemerintah pusat juga perhatiannya besar untuk Aceh Singkil," paparnya.

Terpisah, tepatnya di wisata Air Dingin milik BUMDes Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Wakil Ketua DPRD Pakpak Bharat, Elson Angkat yang dikonfirmasi mengatakan bahwa destinasi wisata Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat merupakan surga yang tersembunyi.

"Dan ini harus selalu di ekspose sehingga masyarakat atau dunia bisa ketahui bagaimana sebenarnya potensi-potensi yang sangat indah di Kepulauan Banyak ini," ucapnya.

"Oleh sebab itu kita berharap Pemkab Pakpak Bharat dan Pemkab Aceh Singkil agar lebih mendorong ini untuk semua supaya lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Singkil dan Pakpak Bharat nantinya," paparnya.

Sementara di lokasi destinasi wisata Pulau Panjang milik BUMDes Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat, Sahat Banureas menjelaskan beberapa hal tentang agenda kunjungan pihaknya dalam beberapa hari.

"Pertama kita mengunjungi Pemkab Aceh Singkil, tentunya ini terkait dengan bagaimana kedepan kita bisa meningkatkan kerjasama antara kedua daerah diantaranya Aceh Singkil dan Pakpak Bharat," sebutnya. 

"Yang kedua, kita juga ingin melihat potensi-potensi wisata yang ada di Aceh Singkil dan saya kira ini potensinya sangat luar biasa, tentunya kita berharap kedepan ini akan semakin di kembangkan, sehingga akan semakin banyak wisatawan yang akan datang ke Aceh Singkil dan Pakpak Bharat dalam hal ini sebagai tetangga dari Pemkab Aceh Singkil siap mendukung Aceh Singkil dalam pengembangan pariwisatanya," ucapnya.

"Dan tentunya kita juga berharap ada kerjasama saling menguntungkan antara kedua daerah, salah satunya soal pengembangan pariwisata dan kebetulan posisi Pakpak Bharat dalam hal ini adalah sebagai hal yang mungkin bisa kedepan akan menghubungkan Aceh Singkil dengan laesan kawasan Danau Toba, itu harapan kita," tuturnya.

Sekda juga berharap, mudah-mudahan Pemerintah Pusat akan bisa memberikan perhatian sehingga dua kawasan itu bisa dipadukan

"Sehingga harapannya sebagai perwakilan masyarakat agar ini terus bisa berkembang, dan tentunya daerah-daerah yang bertetangga juga akan menerima manfaat dari Pemerintah Pusat, itu barang kali," katanya.

Saat disinggung apakah destinasi wisata Kepulauan Banyak layak untuk UEA, Sahat Banureas menyampaikan bahwa dirinya mengira sangat layak.

"Tinggal bagaimana kesiapan kita pemerintah termasuk kesiapan masyarakat dan tentunya manakala nanti investor sudah masuk dari Arab, kita harus bisa mendukung penuh, sehingga apapun yang direncanakan akan bisa di sosialisasikan," terangnya.

Selain itu, Asisten Pemerintahan Phakpak Bharat, Tekki Angkat saat berada di destinasi wisata Nago Resort mengatakan, sesungguhnya agenda rombongan adalah menindaklanjuti MoU dengan Aceh Singkil pada tahun 2020 yang lalu.

"Hari jadi, Pak Bupati dan rombongan hadir di Pakpak Bharat, dalam MoU Itu ada beberapa yang segera akan kita tindaklanjuti dalam bentuk PKS misalnya salah satu dari sisi infrastruktur bagaimana peningkatan status jalan dari Singkil melalui Pakpak Bharat sampai ke Toba, ini kita coba meningkatkan statusnya menjadi jalan nasional," ucapnya.

"Sehingga, Danau Toba sebagai kawasan strategis kawasan wisata yang nanti bisa kita hubungkan dengan rencana pembangunan Pulau Banyak sebagai salah satu objek wisata yang rencananya akan mendapat investasi dari Dubai," tambahnya.

"Jadi untuk menghubungkan dua pariwisata besar ini nanti akan mendatangkan kerjasama antar daerah yang lebih baik dan akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Singkil, masyarakat Pakpak termasuk masyarakat di kawasan Danau Toba," tambahnya lagi.

"Ini saya pikir dari sisi view-nya cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai objek wisata kedepan, kita pernah juga berangkat melihat bagaimana pengelolaan disana pariwisata laut yang ada di sabang, juga kita pernah ke NTB misalnya di Nusa Tenggara Barat di lini terawangan, saya pikir keindahan lautnya tidak jauh berbeda," ucapnya.

"Tinggal barang kali memang Kepulauan Banyak ini perlu sentuhan yang lebih lagi, baik yang akan dilakukan oleh investor kita yang akan datang tadi, termasuk juga dari Pemkab Singkil-nya sendiri, saya pikir peluangnya sangat luar biasa," tambahnya.

"Seperti yang saya katakan tadi, kalau nanti status jalan menghubungkan Singkil Pakpak Bharat dan Danau Toba tadi bisa terbuka sebagaimana yang kita harapkan, kita bisa jejaki kemungkinan lain lagi dibalik itu, misalnya kita buat menjadi join destinasi antara Danau Toba dan Kepulauan Banyak di Singkil termasuk beberapa air terjun di Pakpak Bharat, sehingga ini bisa menjadi objek wisata bersama nanti yang akan dipaketkan, dan ini akan mendatangkan keuntungan bagi tiga kabupaten," tambahnya lagi.

Saat disinggung apakah ada agenda lain selain untuk percepatan UEA saat berkunjung ke Aceh Singkil, Tekki Angkat mengungkapkan bahwa sebetulnya juga kalau nanti misalnya secara regulasi di mungkinkan oleh Pemkab Aceh Singkil misalnya

"Bisa saja dalam waktu dekat melakukan kerjasama tukar prodak, misalnya Pakpak Bharat itu punya prodak teh gambir, kemudian misalnya kita juga punya prodak cinta gambir yang ini biasanya sudah banyak dipakai oleh kabupaten kota di Sumatera Utara atau Sumut untuk Pilkades misalnya," sebutnya

"Teh gambir tadi mungkin di beberapa tempat objek wisata seperti ini barangkali perlu kerjasama bagaimana produk kami bisa dipasarkan di Singkil ini, sehingga ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat dan sebaliknya juga prodak yang ada di Aceh Singkil yang tidak kami punya," sebutnya lagi.

"Misalnya sumber hayati Ikan, misalnya yang tidak ada kami punya, ini bagaimana kedepan agar kita bisa kerjasama sehingga bisa saling menguntungkan," pungkasnya.