Breaking News

JPU Kejati Aceh Ajukan Kasasi

Ini Catatan Jaksa Atas Putusan Bebas 4 Terdakwa Kasus Korupsi PT KAI

Ini Catatan Jaksa Atas Putusan Bebas 4 Terdakwa Kasus Korupsi PT KAI
JPU Kejati Aceh tuntut 10,6 tahun penjara terhadap 4 terdakwa mantan pejabat PT KAI perwakilan Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Aceh akan melakukan upaya hukum yaitu Kasasi atas  vonis bebas yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh terhadap 4 terdakwa korupsi sertifikat PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Aceh.

Hal itu disampaikan Kasipenkum Kejati Aceh Munawal Hadi, Kamis (1/7/2021). 

Ada 21 item pertimbangan yang diabaikan oleh majelis hakim antara lain :

-Semua administrasi kontrak dibuat oleh Aman Prayoga (Asisten Manager Penjagaan Asset PT KAI Divre Sumut  divre sumut), kemudian justifikasi usulan biaya diubah seolah tanah potensi masalah,  tetapi pada kenyataan kondisi tanah “clean dan clear”.

Selain itu fakta terungkap mark up harga kegiatan sertifikat yang cukup signifikan untuk 301 bidang tanah sudah terang. Kemudian penggelembungannya pada harga operasional karena jika mengacu kontrak  biaya operasional pengukuran, pendaftaran, pengambilan sertifikat dihitung perbidang tanah  masing-masing  Rp.5 juta x 3 tahap x 301 bid  tapi kenyataannya untuk pengukuran, pendaftaran, pengambilan sertifikat dilakukan dalam waktu 5 hari untuk tahap 1,2,3 yang hanya butuh uang operasional Rp.5 jt / hari.

Selanjutnya hakim membenarkan hutang piutang / peminjaman modal  tanpa bukti tertulis yang pada kenyataan merupakan fee imbalan yang diterima masing-masing terdakwa.

-Proses pelaksanaan pekerjaan dilakukan sekaligus, akan tetapi pencairan kegiatan dibagi untuk masing-masing tahap berdiri sendiri untuk 301 bidang tanah.

-Dasar pembuatan kontrak mengacu pada peraturan Direksi tahun 2016 tentang pensertifikatan tanah asset PT KAI yang seharusnya peraturan direksi tersebut telah dicabut berdasarkan pasal 12 aturan peralihan peraturan direksi PT KAI tahun 2019 tentang pensertifikatan tanah asset PT KAI oleh notaris /PPAT
-Kemudian, hakim mengabaikan  perhitungan ahli auditor BPKP yang merupakan pejabat berwenang dalam hal audit PKN.  

Selain itu proses pembayaran tanpa dilakukan verifikasi oleh pejabat yang berwenang dan langsung disetujui oleh Vice President terdakwa Saefuddin.

-Kondisi tanah yang disertifikatkan tahap1,2,3 berjumlah total 301 bidang tanah telah kondisi “clean dan clear” sesuai keterangan pihak kepala desa dan pejabat BPN Aceh Timur sebgaimana yang telah dihadirkan JPU di depan persidangan.

-Tehadap hasil pekerjaan mendahului kontrak (sertifikat terbit tgl 05 Agustus 2019 akan tetapi kontrak untuk pengadaan sertifikat ditanda tangani tgl 14 Agustus 2019).

-Bahwa terdakwa Saefuddin selaku Vice President telah secara sadar menandatangani surat sporadik yang isinya bahwa terhadap objek ranah yang akan disertifikatkan tidak dalam sengketa (telah clean dan clear) hal ini tidak sesuai dengan justifikasi kontrak yang mengkondisikan objek tanah tidak clean dan clear.

-Bahwa terdakwa Anan Prayoga yang membuat semua dokumen kontrak, RAB, invoice, dokumen penawaran, surat penunjukan vendor, yang pada kenyataannya bukan kewenangan wilayah kerja terdakwa Aman Prayoga.

-Bahwa fakta PNBP yang disetor ke kas negara untuk sertifikat tanah adalah sebesar Rp. 446.000.000 dari nilai kontrak Rp.8.200.000.000. Dan selebihnya sebesar Rp. 7.800.000.000 digunakan untuk biaya operasional kegiatan pengukuran, pendaftaran, pengambilan sertifikat di BPN, ini adalah mark up sesuai keterangan ahli LKPP dr.Feri Tanjung dan BPKP Heru Ramadhan.

Seharusnya biaya operasional yang sesuai ketentuan PMK adalah sebesar Rp. 250.000 / orang/ hari. Bahwa tehadap proses pengukuran di lapangan dilakukan mendahului kontrak.

-Proses pengadaan jasa bantuan lawyer dilakukan tanpa melibatkan unit hukum.

Adanya jelas transaksi aliran dana yang ditransfer oleh terdakwa Robi Irmawan melalui rek bank kepada masing pihak:

Aman Prayoga total Rp.2.300.000.000, Saefuddin Rp. 150.000.000,  Terdakwa Iman  Rp.207.000.000 dan Ardiansyha Rp 280.000.000 dan ke rekening terdakwa Robi Irmaean, total 3.400.000.000.
-JPU sudah memperlihatkan transaksi rekening koran tersebut di depan persidangan.

-Terhadap proses pensertifikatan tanah PT.KAI 301 bidang tanah telah mendapat rekomendasi dari Kepala BPN Aceh Timur dan proses sertifikat akan selesai sblum pilpres 2019. Hal ini terjawab fakta bahwa objek tanah telah clean dan clear ( tidak ada potensi masalah).

Putusan Bebas Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor (PT) Banda Aceh memvonis bebas empat terdakwa korupsi sertifikat PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Aceh Timur. Keempat terdakwa yang divonis bebas itu yakni yakni Saefudin, Roby Irmawan, Iman Ouden Destamen dan Muhammad Aman Prayoga. 

Sidang tersebut berlangsung Senin (28/6/2021), majelis hakim diketuai Dahlan didampingi Edwar dan Nurmiati. Dalam amar putusan, keempat terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp6,5 miliar.

Editor:
Rubrik:Hukum