Breaking News

IMM Abdya Dukung KPK Usut Kasus Korupsi di Aceh

IMM Abdya Dukung KPK Usut Kasus Korupsi di Aceh
IMM Abdya menggelar aksi damai solidaritas mendukung lembaga KPK mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi di Aceh, Sabtu (26/6/2021). (Ist)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap gerakan dan kinerja KPK yang menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Aceh.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua PC IMM Abdya, Abdul Janan kepada ACEHPORTAL.com, Minggu (27/6/2021) di Blangpidie.

"Apa yang dilakukan KPK di Aceh saat ini sudah tepat, sebab hampir tidak ada lembaga yang bisa diharapkan oleh masyarakat untuk membongkar dengan serius dan tuntas kasus-kasus yang berbau korupsi di Aceh," ungkap Janan.

Menurutnya, kehadiran KPK di Aceh akan menjadi titik balik kebangkitan lembaga pembasmi koruptor itu di masa mendatang. 

Karena selama ini, sebutnya, sempat terdengar isu ada oknum-oknum yang berkuasa terkhusus koruptor berharap KPK itu menjadi lemah sehingga pemberantasan korupsi tidak sampai ke akarnya.

"Ternyata sebaliknya, menurut kami KPK Hebat dan patut kita beri dukungan. Kita berharap KPK tetap konsisten pada perjuangannya membongkar serta memerangi para koruptor," ujar Janan.

Ia melanjutkan, karena penyelidikan korupsi di Aceh sedang berjalan, IMM Abdya berharap pejabat publik di Aceh bersifat kooperatif melayani dan memenuhi data yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan KPK tersebut.  

"Yang dilakukan KPK saat ini tentu tidak mudah, apalagi saat ini proses penyelidikan dalam situasi pandemi Covid-19," cetusnya.

Akan tetapi, hal itu menurutnya bukan berarti Covid-19 menjadi kambing hitam yang akan menghentikan penyelidikan kasus-kasus dugaan korupsi oleh KPK di Aceh.

Janan menyebutkan, banyak dugaan-dugaan korupsi yang terjadi pada program Pemerintah Aceh seperti kasus beasiswa, proyek multiyears, pengadaan kapal Aceh Hebat dan pembangunan Gedung Onkolgy Center RSUDZA yang sedang diusut KPK.

IMM Abdya juga meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo segera mengeluarkan izin pemeriksaan kepala daerah oleh KPK. 

"Sehingga KPK segera dapat melakukan penyelidikan atau memeriksa Gubernur Aceh Nova Iriansyah selaku penanggungjawab dalam penggunaan dana APBA," tuturnya.

Meskipun diketahui saat ini Nova Iriansyah tidak mungkin diperiksa KPK lantaran statusnya positif Covid-19, namun setidaknya, kata Janan, apabila izin pemeriksaan terhadap kepala daerah itu bisa dikeluarkan dengan cepat oleh presiden, maka KPK akan melakukan pemeriksaan sesuai prokes yang berlaku.

"Kami IMM Abdya mendoakan agar Bapak Gubernur Nova Iriansyah segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa," ucapnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum