HMI Gelar Focus Group Discussion Terkait Kemiskinan di Aceh Singkil, Begini Penjelasan BPS

HMI Gelar Focus Group Discussion Terkait Kemiskinan di Aceh Singkil, Begini Penjelasan BPS

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat persiapan Staisar Cabang Tapaktuan mrnggelar Focus Group Discussion dengan tema "Benarkah Aceh Singkil, Miskin? Antara Data dan Fakta" yang berlangsung di Aula Kantor Camat Simpang Kanan, Aceh Singkil, Sabtu (13/3/2021).

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Kepala Bappeda Aceh Singkil, Ahmad Rivai, Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Singkil, Yuni Hartono, Akademisi Aceh Singkil, Zakirun Pohan, Penggiat Wisata, Wanhar Lingga, Pendamping Sosial PKH Aceh Singkil, Summa Wardaya Musi, serta puluhan undangan yang dipandu moderator, Abdul Berutu.

Saat dikonfirmasi salah satu narasumber Focus Group Discussion sebagai Penggiat Wisata, Wanhar Lingga menyampaikan beberapa hal kepada ACEHPORTAL.com.

"Focus Group Discussion yang menarik hari ini, ada beberapa poin permasalahan ditemukan diantaranya yang pertama program-program pengentasan atau bantuan untuk masyarakat Aceh Singkil belum semuanya tepat sasaran dan juga tidak ada pengawasan lebih lanjut dari pemkab," ungkapnya.

Wanhar Linggar menambahkan, permasalahan selanjutnya bahwa data BPS juga belum semuanya valid dan baku. Ada beberapa data dari BPS harus diupdate atau diperbaharui.

"Dan yang ketiga masyarakat Aceh Singkil sebagian masih mengakui miskin, walaupun sejatinya gaji perbulan sudah melewati di atas rata-rata," ujarnya.

Menurut dia, tentu kehadiran diskusi yang dilaksanakan oleh HMI ini tidak serta merta langsung hadir sebagai solusi. Sebab, permasalahan yang sangat kompleks tidak mungkin selesai dalam setengah hari, namun setidaknya sudah membuka ruang dan diskusi.

"Menyadarkan kita bagaimana masyarakat harus jujur dengan pengisian datanya dan juga pemkab harus konsisten melakukan program pengentasan kemiskinan serta melakukan pengawasan terhadap program, juga BPS bersama tim surveinya harus betul-betul bekerja mendata sesuai fakta," jelasnya.

"Usai kegiatan HMI Komisariat Persiapan Staisar Aceh Singkil menyerahkan rekomendasi untuk Bappeda Aceh Singkil agar ditindak lanjuti, bagaimana kemudian kabupaten ini tahun 2022 angka kemiskinan bisa jauh turun. Harapan saya pribadi kepada Pemkab Aceh Singkil, jangan ada lagi permasalahan di daerah ini dijawab dengan alasan, tapi harus dengan solusi-solusi terbaik dan kita berharap Pemekab Aceh Singkil juga harus membangun kolaborasi dengan masyarakat, pemuda dan organisasi mahasiswa yang ada di Aceh Singkil," harapnya.

Dirinya juga menambahkan, permasalahan kompleks ini harus kita selesaikan dan bicarakan dari hati kehati.

"Saya yakin teman-teman HMI di bawah kepemimpinan Ketua Ahmad Nasir siap diajak kolaborasi untuk membangun Aceh Singkil ini begitu juga dengan teman-teman Rumah Millenial dan juga para Da'i , para ustadz-ustad kita yaitu pimpinan pesantren," imbuhnya.

*Penjelasan Kepala BPS Aceh Singkil

Saat dikonfirmasi, Kepala BPS Aceh Singkil, Yuni Hartono melalui pesan WhasaApp, menyampaikan terkait data BPS melakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

"Data BPS sudah sesuai dengan kondisi lapangan, BPS melakukan Susenas pada setiap bulan Maret, salah satu indikator yang dihasilkan adalah persentase penduduk miskin," ungkapnya.

Saat disinggung terkait kemiskinan, ada beberapa poin permasalahan ditemukan diantaranya tidak tepat sasaran dan pengawasan. Yuni Hartono menyampaikan, tepat sasaran atau tidak, masyarakat yang menilai karena mereka yang tahu kondisi di lapangan.

"Pengawasan ke depan ditingkatkan sebagai upaya untuk memastikan pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, terkait miskin dan gaji, Yuni Hartono mengatakan, meskipun sebagian mengaku miskin, namun BPS melakukan pendataan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) data yang dikumpulkan.

"Diantaranya konsumsi makanan rumah tangga selama seminggu yang lalu. Konsumsi bukan makanan selama sebulan dan setahun yang lalu, ini dasar perhitungan untuk garis Kemiskinan, perkapita per bulan," ujarnya.

"Jadi pendekatan kami dari pengeluaran rumah tangga bukan pendapatan, meskipun pendapatan juga ditanyakan. Harapan kami masyarakat atau Pemkab jangan mempermasalahkan angka kemiskinan, namun fokus bagaimana cara mengentaskan kemiskinan," tandasnya.

Rubrik:Daerah, Ekonomi, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI