Breaking News

HIMAPAS: Bupati Aceh Singkil Tidak Ada Alasan Pertahankan Malim Dewa sebagai Kadishub

HIMAPAS: Bupati Aceh Singkil Tidak Ada Alasan Pertahankan Malim Dewa sebagai Kadishub
Kabid Pendidikan Himapas, Andika Syahputra. (Ist)

SINGKIL, ACEHPORTAL.com - Dinas Perhubungan Aceh Singkil yang sekarang dipimpin oleh Malim Dewa, menuai banyak masalah dan kritikan pun muncul dari berbagai kalangan.

Baik dari kalangan masyarakat, mahasiswa sampai pengamat politik juga mengkritik terkait kepemimpinannya. Ditambah lagi, adanya mosi tidak percaya terhadap Malim Dewa dari tubuh Dinas Perhubungan tersebut. 

Sampai saat ini, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil juga belum memiliki langkah-langkah kongkrit terkait penyelesaian masalah yang terjadi di dinas tersebut.

Seperti pembuatan dermaga kapal cepat KM Thailana dan adanya pemeriksaan Kejari Aceh Singkil terhadap pembelian kapal cepat Aceh Singkil 3 yang terindikasi mark up.

Beberapa hari lalu, mosi tidak percaya diberikan terhadap Malik Dewa langsung dari bawahannya. Hal tersebut pun seperti yang diberitakan sejumlah media massa. 

Dengan adanya kejadian itu, terlihat ketidakmampuan Kadishub Aceh Singkil dalam menjaga komunikasi yang baik dengan anggota yang bertugas di Dinas Perhubungan Aceh Singkil.

Kepala Bidang Pendidikan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS), Andika Syahputra mengatakan, Bupati Aceh Singkil tidak ada alasan untuk mempertahankan Malim Dewa sebagai Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil.

"Karena berbagai masalah yang menghampiri Dinas Perhubungan tersebut tidak bisa diselesaikan sama sekali," ujarnya Senin (7/6/2021).

Ia menjelaskan, dua tahun menjadi Kadishub Aceh Singkil Malim Dewa belum dapat mengatasi permasalahan, malah menimbulkan masalah seperti pembuatan dermaga sandar kapal cepat KM Thailana dan kapal cepat Aceh Singkil 3.

"Seyogyanya dengan waktu dua tahun sudah sangat cukup untuk menyediakan tempat sandar kapal-kapal cepat yang ada di Aceh Singkil. Tapi apa yang terjadi, bisa sama-sama kita lihat belum ada tanda-tanda sama sekali untuk pembuatan dermaga tempat kapal-kapal sandar tersebut," ungkapnya.

"Kami juga meminta Bupati Aceh Singkil mengevaluasi pembelian kapal-kapal cepat Aceh Singkil, pasalnya kapal dibeli tanpa ada tempat sandar selama kurang lebih dua tahun," kata dia.

Menurutnya, kondisi kapal cepat Aceh Singkil 3 juga terlihat di beberapa foto yang beredar sangat memperhatikan dan sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian kapal, seperti mesin dan lambung kapal yang bocor. Hal itu juga diberitakan di beberapa media online.

"Dan dengan mosi tidak percaya juga kami mendesak Bupati Aceh Singkil segera memberhentikan yang bersangkutan, hal itu membuktikan ketidakmampuan menjadi kepala dinas tersebut," tegas Andika.

"Sangat disayangkan jika Bupati masih mempertahankan Malim Dewa sebagai Kepala Dinas Perhubungan yang mempunyai citra buruk. Jika Bupati masih mempertahankan Malim Dewa sebagai Kadishub, berarti Bupati dan Malim Dewa sama-sama ingin Aceh Singkil ini hancur," tambahnya.

Editor:
Rubrik:Daerah, Umum