Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI, PT AMU, Pembelian Gas Bumi PDPDR Sumsel dan Batubara Sarolangun

Hari Ini Jaksa Periksa Tujuh Saksi Terkait Empat Kasus Korupsi Menonjol

Hari Ini Jaksa Periksa Tujuh Saksi Terkait Empat Kasus Korupsi Menonjol
Gedung Kejaksaan Agung RI. (Ist/Idntimes)

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi terkait sejumlah kasus korupsi menonjol yang kini sedang ditangani. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Selasa (15/6/2021) sore melalui rilis yang diberikan.

Leo mengungkapkan, kasus korupsi yang dimaksud yakni kasus PT ASABRI, PT AMU serta Pembelian Gas Bumi oleh PDPDR Sumatera Selatan dan Batubara Sarolangun.

"Terkait kasus PT ASABRI tiga saksi diperiksa yakni EHP selaku Direktur Utama PT Insight Investment Management yang diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI) PT ASABRI, SW selaku Ketua & CEO Corfina Group yang diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI) PT ASABRI serta WM selaku Direktur Utama PT Ricobana Abadi yang diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI) PT ASABRI," ungkapnya.

Kemudian, dua orang saksi diperiksa terkait kasus korupsi dalam Pengelolaan Keuangan PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU) Tahun Anggaran 2016 hingga 2019 yakni PSR selaku Komite Audit PT Askrindo yang diperiksa terkait hasil audit keuangan yang dilakukan oleh PT AMU serta ASS selaku Komite Remunerasi dan Nomisasi PT Askrindo Mitra Utama yang diperiksa terkait hasil audit keuangan yang dilakukan oleh PT AMU.

"Dua saksi lain yang diperiksa terkait kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan dan penyimpangan dalam proses pengalihan IUP Batubara di Sarolangun, Jambi adalah SA selaku Legal PT Mitra Energi Buana yang diperiksa terkait proses kerjasama PDPDE Sumsel dan PT DKLN membentuk perusahaan patungan PT PDPDE Gas serta AA selaku Mantan Komisaris Utama PT Antam, Tbk yang diperiksa terkait mekanisme Standard Operating Procedure (SOP) Antam terkait akuisisi," jelasnya.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang perkara yang dimaksud.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tutup Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (*)