Breaking News

Kasus Korupsi PT ASABRI dan Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel

Hari Ini Jaksa Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI dan Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel

Hari Ini Jaksa Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI dan Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel

JAKARTA, ACEHPORTAL.com - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung kembali memeriksa dua saksi terkait kasus korup PT ASABRI, Senin (31/5/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, dua saksi yang diperiksa yakni AH selaku Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas (dahulu Lautandhana Sekuritas) dan AI selaku Direktur PT Mirae Aset Sekuritas Indonesia.

"Kedua saksi diperiksa terkait pendalaman broker PT ASABRI," ujarnya Senin (31/5/2021) malam melalui siaran pers yang diberikan.

Pemeriksaan itu, lanjut Kapuspenkum, dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan sekaligus menemukan fakta hukum tentang Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU) yang terjadi pada PT ASABRI dalam berkas perkara atas nama tersangka BTS dan HH.

*Satu Saksi Diperiksa Terkait Korupsi Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumsel

Selain itu, Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung juga memeriksa seorang saksi terkait kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan.

"Saksi yang diperiksa yaitu AYH selaku Direktur PT PDPDE Gas Tahun 2009 hingga 2014, Direktur PT DKLN Tahun 2009 hingga 2016, Direktur Utama PDPDE Sumsel Tahun 2014, Komisaris PT PDPDE Gas Tahun 2014 hingga 2016," ungkap Leo.

Ia menjelaskan, AYH diperiksa terkait proses perolehan alokasi gas bumi bagian negara yang diterima PDPDE Sumsel yang bekerjasama dengan PT DKLN membentuk perusahaan patungan yang bernama PT PDPDE Gas.

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan serta menemukan fakta hukum tentang kasus tersebut.

"Pemeriksaan saksi tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambahnya. (*)