Breaking News

Harga Daging Meugang di Blangpidie Abdya Melonjak Rp 200 Ribu Per Kilogram

Harga Daging Meugang di Blangpidie Abdya Melonjak Rp 200 Ribu Per Kilogram
Aktifitas pedagang penjual daging di salah satu lokasi di Blangpidie. Foto direkam Sabtu (10/4/2021) kemarin. (Salman/ACEHPORTAL.com)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Harga daging pada hari meugang puasa Ramadhan tahun 2021 di Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) melonjak naik menjadi Rp 200 ribu per kilogram dibandingkan dengan hari Sabtu (10/4/2021) kemarin yang hanya Rp 180 ribu per kilogram.

Hal itu disampaikan salah seorang warga, Rijal (32) kepada ACEHPORTAL.com, Minggu (11/4/2021) di Blangpidie.

"Saya baru saja pulang dari pasar Blangpidie membeli daging, harganya sudah Rp 200 ribu per kilo," katanya.

Padahal kemarin, tambah Rijal, di beberapa tempat lokasi pedagang penjual daging yang ada di Blangpidie, harga daging hanya Rp 180 ribu per kilogramnya.

Saat dirinya ke pasar untuk membeli daging ia mengaku kaget dengan harga daging sudah naik Rp 20 ribu menjadi Rp 200 ribu per kilogram.

"Karena sudah jadi tradisi kalau hari meugang itu kita dan keluarga makan daging, jadi mau tak mau harus dibeli," cetusnya.

Menurutnya, kenaikan harga daging pada hari meugang di Abdya memang sudah dari tahun ke tahun seperti itu. Daging meugang baik menjelang puasa Ramadhan, lebaran Idul Fitri, maupun lebaran Idul Adha harganya selalu tinggi.

"Meugang puasa pada tahun lalu juga sama, harga daging baik sapi dan kerbau berkisar antara Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu per kilo," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya di Blangpidie yakni Haffilia (27). Ia mengaku baru saja membeli daging satu kilogram Rp 200 ribu.

"Iya pak, tadi saya baru beli daging kerbau harganya Rp 200 ribu per kilo," katanya singkat.

Sementara itu, salah seorang penjual daging, Masrizal (42) saat dikonfirmasi membenarkan jika ia menjual daging senilai Rp 200 ribu per kilo pada hari meugang ini.

"Iya benar, hari meugang ini kita jual Rp 200 ribu per kilo," katanya.

Masrizal mengakui harga daging memang naik dari harga sebelumnya. Hal itu disebabkan karena hari meugang ini hewan ternak yang dipotong tidak banyak.

Selain itu, juga dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19. Selama Covid kata dia pemerintah sudah melarang merayakan tradisi meugang dengan memotong hewan ternak dan menjual daging di tempat terbuka.

"Sebelum Covid-19, di pantee krueng beukah banyak hewan ternak yang dipotong, sehingga penjual daging juga ramai," ujarnya.

Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues