Breaking News

Hakim PN Aceh Singkil Tolak Gugatan Warga Terkait Permintaan Ganti Rugi atas Penahanannya

Hakim PN Aceh Singkil Tolak Gugatan Warga Terkait Permintaan Ganti Rugi atas Penahanannya

Singkil, Acehprtal.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Singkil memutuskan menolak gugatan yang diajukan oleh penggugat dalam kasus perdata terkait ganti rugi penahanan terhadap penggugat dalam kasus dugaan pengrusakan jalan.

Sidang berlangsung di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Singkil yang berada di kawasan Gampong Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Kamis (04/3/2021).

Perkara tersebut disidangkan atas gugatan perdata yang diajukan Ali Murdana, warga Gampong Lentong, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil tentang ganti rugi yang terdaftar dengan register perkara Nomor: 8/Pdt.G/2020/PN Skl di Pengadilan Negeri Singkil.

Ali Murdana diketahui menggugat sejumlah pihak seperti mantan kepala desanya, Tergugat 1. Kasman, kemudian Tergugat 2 Polri, cq Polda Aceh cq Polres Aceh Singkil. Tergugat 3 Kejagung RI, cq Kejati Aceh cq Kejari Aceh Singkil.

Sebelumnya, Ali Murdana sempat ditahan di Mapolres Aceh Singkil dan rutan atau lapas setempat selama beberapa bulan atas dugaan telah merusak jalan di kawasan Gampong Lentong. Namun terakhir, ia dinyatakan bebas dan tak bersalah hingga akhirnya menuntut kerugian ke sejumlah pihak.

Ali Murdana, diketahui menggugat Tergugat sebesar Rp 500 juta pasca divonis bebas dari tuntutan oleh Pengadilan Negeri Singkil dan Mahkamah Agung RI sebelumnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singkil yang diketuai oleh Hamzah Sulaiman, pada 21 Desember 2018 melepaskan Ali Murdana dari Tuntutan Pidana Perusakan Jalan sesuai dengan Putusan Nomor. 106/Pid.B/2018/PN Skl.

Namun, Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Aceh Singkil tidak terima dan kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Sidang putusan hari ini berlangsung dipimpin oleh Hakim Majelis Ketua, Ramadhan Hasan, S.H beserta Antoni Febriansyah, S.H dan Redy Hary Ramandana, S.H selaku Hakim Anggota.

Dalam pantauan Acehportal.com, saat sidang berlangsung Ketua Majelis Hakim, Ramadhan Hasan membacakan Perkara Perdata.

"Mengadili dalam eksepsi, mengabulkan eksepsi dari Tergugat 2 poin ke 2 tentang gugatan penggugat obscure libel (tidak jelas dan kabur), dalam pokok perkara, menyatakan gugatan penggugat tersebut tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard), menghukum penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang hingga saat ini ditaksir sebesar Rp. 1.160.000," jelas Hakim Ketua.

*Penjelasan Ali Murdana

Saat dikonfirmasi, penggugat atau pemohon yakni Ali Mardana setelah sidang menyampaikan jika menurutnya tidak sesuai karena keputusan pengadilan sudah ada.

Bahkan, menurut dia, putusan kasasi pun sudah ada bahwasanya perkara dirinya waktu itu dan ia mengajukan permohonan akan tetapi ditolak.

"Jadi ini saya mengajukan gugatan artinya untuk meminta ganti rugi selama ditahan hampir lima bulan. Tapi nampaknya dalam putusan persidangan ini rasa kecewalah karena apa, gugatan saya ditolak," ungkapnya.

Ali Murdana juga menambahkan, dirinya ditahan di Mapolres Aceh Singkil selama dua bulan dan ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) selama hampir tiga bulan.

"Mengalami hampir lima bulan, kurang beberapa hari lagi, lima bulanlah hampir waktu itu sudah ditahan," katanya.

Namun ketika disinggung dengan langkah selanjutnya, Ali Murdana mengatakan bahwa dirinya sesuai dengan komitmen akan mengajukan banding jika permohonannya ditolak pengadilan.

"Saya berusaha mengajukan banding untuk berupaya mendapatkan keadilan dan hukum itu aja. Harapan saya apabila nanti banding dikabulkan permohonan saya gitu," harapnya.

*Penjelasan Kuasa Hukum Tergugat 1 Kasman

Terpisah, saat dikonfirmasi kepada pihak tergugat pertama yakni Kasman melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ishak, S.H menyampaikan, merasa cukup puas dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Aceh Singkil.

"Kita dari Tergugat 1 cukup puas dengan putusan hakim pada hari ini karena apa yang dipertimbangkan majelis hakim cukup arif dan bijaksana," ujarnya.

Ishak menambahkan, meskipun telah dimenangkan, sebagai pengacara muda Aceh Singkil itu, masih menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut dengan alasan karena masih tersedia tenggang waktu selama 14 hari kedepan untuk menyatakan sikap.

"Ya atas putusan itu kita masih pikir-pikir karena menyangkut gugatan balik (gugatan rekonvensi) dari kita masih belum dipertimbangkan oleh majelis hakim artinya pelajari dahulu, seandainya nanti penggugat melakukan upaya banding akan kita persiapkan untuk bantahan dikontra memori banding," jelasnya.

*Penjelasan Tergugat 3 Kejari Aceh Singkil

Saat dikonfirmasi kepada pihak tergugat ketiga yakni Kejari Aceh Singkil, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Husaini menyampaikan, pihaknya menyambut baik putusan hakim dan sesuai dengan fakta dan bukti-bukti yang ada.

"Gugatan ganti rugi yang diajukan penggugat selayaknya tidak dapat diterima," ungkapnya melalui pesan WhasaApp.

Namun, ketika disinggung pihak penggugat Ali Murdana akan melakukan banding, Muhammad Husaini mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan hal yang sama. "Maka kami banding juga," jelasnya singkat.

Kronologis Kasus Dugaan Pengrusakan Jalan Gampong Lentong

Ketika ditelusuri Acehportal.com, kasus ini bermula ketika Tergugat 1 yaitu Kasman pada waktu itu masih menjabat sebagai Kepala Desa (Keuchik) Gampong Lentong, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil yang mewakili atas nama masyarakat desanya melaporkan dugaan pengrusakan jalan ke Polres Aceh Singkil yang diduga dilakukan oleh Ali Murdana.

Namun, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Ali Murdana kemudian divonis bebas dari tuntutan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Aceh Singkil, sehingga ia menuntut balik ganti rugi selama menjalani penahanan atau hukuman badan di Rutan Polres Aceh Singkil dan di Rutan Klas II B Singkil yang mengakibatkan dirinya kehilangan pekerjaan sebagai karyawan di PT Nafasindo.

Gugatan tersebut Ali Murdana ajukan dengan alasan perbuatan melawan Hukum yang telah dilakukan.

Rubrik:Daerah, Hukum, Umum
jmsi bank aceh
JMSI BPKA
JMSI