Breaking News

Hadiri Acara Edukasi dan Sosialisasi PPKM Mikro, Kadis DPMP4 Abdya Sampaikan Ini

Hadiri Acara Edukasi dan Sosialisasi PPKM Mikro, Kadis DPMP4 Abdya Sampaikan Ini
Kadis DPMP4 Abdya, Nur Afni Muliana (tengah) saat memberi materi edukasi dan sosialisasi PPKM berbasis mikro di Gedung PKK Gampong Cot Jeurat, Blangpidie, Sabtu (12/6/2021). (Salman/ACEHPORTAL.com)

BLANGPIDIE, ACEHPORTAL.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Aceh Barat Daya (Abdya), Nur Afni Muliana mengungkapkan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Acara edukasi dan sosialisasi tentang pelaksanaan PPKM mikro ini kita adakan di 152 gampong di Abdya. Ini sebagai ikhtiar kita bersama untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19," kata Afni saat memberi materi PPKM Mikro di Gampong Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (12/6/2021).

Kadis yang baru dilantik ini, mengaku pihaknya akan terus menggalakkan kegiatan ini dengan melibatkan unsur Forkopincam.

Perempuan yang akrab disapa kak Afni ini, menjelaskan dasar pelaksanaan PPKM berbasis mikro itu adalah surat intruksi pemerintah secara berjenjang mulai dari pusat hingga daerah.

Masing-masing yakni, surat intruksi Mendagri Nomor: 443/0619/BPD, intruksi Gubernur Aceh dan surat edaran Bupati Abdya.

Pada surat-surat tersebut, tambah Afni diperintahkan membentuk posko Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di tingkat desa.

"Posko relawan Covid-19 atau PPKM mikro ini memiliki 4 fungsi, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung," sebutnya.

Kata Afni, posko Covid-19 sekarang berbeda dengan tahun lalu, sebab sesuai lampiran surat Mendagri para relawan harus berasal dari perangkat desa, unsur tokoh masyarakat dan lembaga yang memiliki jabatan dalam desa.

Afni berharap ada kerjasama semua unsur dan lembaga di desa untuk memberantas Covid-19. "Ibarat nya seperti sapu lidi, kalau diikat satu maka akan mudah bagi kita berkerja," timpalnya.

Kadis juga menghimbau masyarakat untuk mematuhi protkes dengan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

"Virus Covid memang tidak terlihat, meskipun demikian kita harus tetap waspada," ujar Afni.

Kesempatan itu, ia berpesan posko PPKM mikro wajib harus aktif. Posko itu akan menjadi pusat informasi dan edukasi terhadap masyarakat mengenai bahaya Covid-19.

"Posko tidak boleh kosong, sebab jangan nanti ketika personel Polsek dan Koramil melakukan patroli poskonya tidak ada orang," katanya.

Selain itu, Kadis juga meminta petugas relawan di posko harus melakukan pendataan warga yang masuk dan keluar gampong. 

"Posko PPKM mikro ini, selain berfungsi mencegah dan menangani, para relawan juga harus bisa mengedukasi masyarakat agar patuh dan taat pada protokol kesehatan," pesan Afni.

Acara tersebut tetap mempedomani protokol kesehatan, turut hadir Camat Blangpidie yang diwakili Ibrasim Yusuf, Kapolsek Iptu Fitriadi, para TA PM P3MD Abdya, A Rahim Syahputra dan Darmawan,

Pendamping Desa (PD, PDTI), PLD, Keuchik Eri Sofiandi, Tuha Peut, Tuha Lapan, tokoh masyarakat dan perangkat gampong Cot Jeurat.