Breaking News

Giliran Pokja Diterpa Suap, Makrub Tuding Apuk Dusta

Giliran Pokja Diterpa Suap, Makrub Tuding Apuk Dusta
Ketiga tersangka hadir dalam konferensi pers di Mapolres Gayo Lues. (Jasvira Sautisa/ACEHPORTAL.com)

BLANGKEJEREN, ACEHPORTAL.com - Terbongkarnya dugaan kasus suap terhadap oknum wartawan NS dan HM untuk menghandle pemberitaan terkait kasus rasuah pada Dinas Syariat Islam Gayo Lues semakin menyita perhatian publik.

Mengapa tidak, pasalnya, beberapa oknum dituding oleh SH alias Apuk yang juga merupakan mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Syariat Islam tersebut mulai berkicau melibatkan beberapa oknum yang turut menikmati aliran rasuah pada kegiatan pengadaan makan minum karantina hafiz tersebut.

Kicauan ini bermula ketika Apuk bersama dua tersangka lainnya mendapat pertanyaan dari beberapa wartawan saat digelar konferensi pers di Mapolres Gayo Lues, Rabu kemarin.

Dari kicauan Apuk itu mencuat beberapa oknum yang terlibat di dalamnya. Selain oknum wartawan, Apuk juga menuding Pokja turut menyaksikan pemberian suap itu kepada oknum wartawan.

Tak cukup sampai disitu, Apuk juga melayangkan surat terbuka bahwa ia menuding Pokja turut menikmati hasil rasuah dimaksud dengan dalih uang kontrak senilai dua persen dari anggaran atau jika dirupiahkan senilai Rp 200 juta.

Tak main-main, cerita palsu Apuk pun dibantah langsung Makrub Kasri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pokja pada kegiatan pengadaan makan minum karantina hafiz itu.

“Saya dan kawan tidak pernah meminta uang dari Lukman dan Apuk, apalagi dengan nominal sebesar itu, ini jelas dusta,” kata Makrub, Jumat (30/4/2021) kepada ACEHPORTAL.com.

Selain itu, Makrub juga membantah jika namanya dicatut sebagai saksi memberikan dugaan suap sebanyak Rp 270 juta kepada oknum wartawan NS dan HM, bahkan ia sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan NS.

"Apalagi dengan HM, sama sekali saya tidak kenal, “ jelas Makrub Kasri, seraya mengatakan bahwa semua pernyataan Apuk itu semua dusta dan telah mencemarkan nama baiknya.

Saat ini, Makrub Kasri bersama rekannya yang tergabung dalam Pokja sebelumnya berencana melaporkan Apuk ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah keji.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi tetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan makan minum karantina hafiz program peningkatan Sumber Daya Santri pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues, yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 3.763.790.368 miliar.

Ketiga tersangka berinisial LH sebagai rekanan, SH selaku PPTK dan HS Kuasa Pengguna Anggaran yang merupakan mantan Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues. 

Ketiganya diduga menilep dana sejumlah Rp 3.763.790.368 miliar dari total anggaran Rp 9.027.949.000 miliar yang bersumber dari Pendapatan Belanja Kabupaten-DOKA pada tahun anggaran 2019. Perhitungan kerugian negara itu didapat berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh. 

Editor:
Rubrik:Hukum
Iklan idul fitri gub
Iklan bub gayo lues